BMKG Prakirakan Cuaca Aceh Sepekan, Waspada Hujan Ringan
- 15 Agt 2026 23:56 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan dinamika cuaca di sebagian besar wilayah Aceh akan didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan berintensitas ringan. Menurut Prakirawan BMKG Aceh Dedi Ardana, potensi perubahan cuaca ini berlaku untuk rentang waktu Sabtu (15/8/2026) hingga Selasa (18/8/2026). Meskipun fluktuasi cuaca terus dipantau, hasil pemindaian satelit BMKG mengonfirmasi nihilnya titik panas (hotspot) karhutla di seluruh wilayah Aceh.
Khusus wilayah bagian tengah Aceh, bentang suhu udara diperkirakan berkisar antara 17 hingga 29 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 60 hingga 95 persen. Angin bertiup tenang dari arah tenggara menuju timur laut berkecepatan 5 hingga 10 kilometer per jam. BMKG pun mengimbau masyarakat kawasan pegunungan dan tengah untuk tetap mewaspadai potensi guyuran hujan ringan yang berpeluang terjadi pada rentang sore hingga malam hari.
Secara spesifik, BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh merinci proyeksi cuaca untuk enam kabupaten/kota di pesisir timur dan utara Aceh. Pada Minggu (16/8/2026), wilayah Bireuen dan Lhokseumawe berpotensi diguyur hujan ringan, sementara Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa diprediksi bertahan dalam kondisi berawan. Memasuki Senin (17/8/2026), hujan ringan diperkirakan meluas ke lima wilayah, sebelum akhirnya seluruh daerah kembali stabil berawan pada Selasa (18/8/2026).
Variasi suhu udara cukup kontras terlihat antara wilayah dataran tinggi dan pesisir. Kabupaten Bener Meriah mencatatkan suhu udara terdingin dengan rentang 16 hingga 28 derajat Celsius. Sementara itu, lima wilayah lainnya seperti Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Bireuen diperkirakan mengalami suhu yang lebih hangat, berada di kisaran 24 hingga 34 derajat Celsius.
Analisis atmosfer BMKG menunjukkan terbentuknya pola konvergensi dan konfluensi atau pertemuan massa udara di wilayah perairan Sumatera. Fenomena pembentukan awan hujan di sepanjang perairan barat Aceh ini menjadi pemicu utama meningkatnya potensi hujan di dataran Aceh. Masyarakat diimbau untuk terus mengantisipasi perubahan kondisi cuaca dinamis dengan memantau pembaruan informasi resmi melalui kanal-kanal BMKG.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....