Langkah Perdana Siswi SMK N 4 Lhokseumawe Kirab Merah Putih 2026
- 15 Agt 2026 20:23 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Langkah tegap, tatapan tajam, dan kibaran Sang Saka Merah Putih mengubah wajah jalan-jalan utama Kota Lhokseumawe menjadi lautan patriotisme yang membakar semangat, Sabtu 15/l Agustus 2026. Suasana megah terasa sejak awal pergerakan, saat seluruh barisan peserta secara resmi dilepas oleh Sekda A. Haris dari depan Kantor Wali Kota Lhokseumawe. Menjelang detik-detik Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kirab Merah Putih ini hadir bukan sekadar parade rutin, melainkan bukti nyata keberlanjutan estafet perjuangan bangsa.
Dari titik pelepasan di pusat pemerintahan kota tersebut, barisan kirab tampil solid dengan partisipasi lintas elemen. Jajaran personel TNI dan Polri melangkah gagah memimpin jalan, berdampingan erat dengan para pegawai pemerintahan, organisasi kepemudaan, hingga berbagai lapisan masyarakat umum. Sinergi ini memperlihatkan kemanunggalan aparat, birokrasi, dan warga dalam merayakan hari lahir Republik.

Namun, di tengah kemegahan barisan gabungan yang bertolak dari Kantor Wali Kota tersebut, daya tarik utama justru terpancar dari barisan generasi muda. Mengenakan seragam Pramuka lengkap, Cut Hanyya Mounanda Balques, sosok siswi kelahiran 25 Maret 2010 berdiri anggun namun tangguh di tengah arus massa.
Meski usianya baru menginjak 16 tahun, siswi kelas X jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Negeri 4 Lhokseumawe yang akrab dipangil Aqis, telah dipercaya menjadi satu dari 500 siswa pilihan dari seluruh Kota Lhokseumawe. Keberadaannya di barisan depan menjadi bukti nyata dedikasi serta kerja keras yang ia tunjukkan sejak dini.
Sebagai anggota baru Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di sekolahnya, momentum kirab tahun ini menjadi catatan sejarah tersendiri sebuah pengalaman dan debut perdana untuk turun langsung mengawal simbol tertinggi negara dalam parade skala kota bersama aparat TNI-Polri dan jajaran pemerintah. Ayunan tangannya yang presisi dan ritme langkahnya yang teratur menyiarkan ketegasan, sementara senyum simpulnya memancarkan kebanggaan mendalam.
"Ini pengalaman pertama saya ikut kirab besar sebagai anggota Paskibra sekolah, apalagi sejak dilepas di depan Kantor Wali Kota tadi bisa berjalan serentak bersama bapak-bapak TNI, Polri, pegawai pemerintah, dan terpilih jadi perwakilan salah satu siswa se-Kota Lhokseumawe. Ada getaran berbeda saat memegang bendera di tengah ribuan mata yang menyaksikan. Rasa lelah saat latihan seolah hilang berganti rasa bangga yang luar biasa," ungkap Aqis.
Kehadiran ratusan pelajar pilihan ini membuktikan bahwa nasionalisme di Lhokseumawe tidak pernah luntur. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, kirab ini menjadi kawah candradimuka bagi para remaja untuk meresapi arti kedisiplinan, persatuan, dan penghormatan terhadap Merah Putih sejak usia sekolah.
Atmosfer magis kian terasa ketika ribuan helai bendera berkibar serentak menyusuri rute kota disapu angin pantai Lhokseumawe, menyatukan seluruh elemen warga tanpa sekat usia, profesi, maupun latar belakang. Di sepanjang jalan, masyarakat menyambut riuh dengan tepuk tangan dan kibaran bendera kecil di jemari mereka.
Kirab Merah Putih HUT ke-81 RI di Lhokseumawe akhirnya menjadi panggung pembuktian. Di tangan generasi muda dengan semangat segar dan jiwa Paskibra yang membara, Sang Saka Merah Putih dipastikan akan selalu menemukan jemari-jemari tangguh yang siap menjaga dan mengibarkannya tinggi-tinggi di angkasa Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....