Prof. Waryono Dirjen.ZIRZAWA Kunjungi Baitul Mal Kota Lhokseumawe

  • 13 Agt 2026 17:49 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., Dirjen.ZIRZAWA Kementrian Agama melakukan kunjungan ke Kantor Baitul Mal Kota (BMK) Lhokseumawe, Kamis 13 Agustus 2026. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Waryono didampingi Ketua Komisioner Baitul Mal Kota Lhokseumawe. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan membahas berbagai hal terkait penguatan tata kelola ZISWAF agar semakin amanah, profesional, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Dr. H. Damanhur Abbas, Lc., MA, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Prof. Waryono. Menurutnya, silaturahmi dan komunikasi antar lembaga menjadi bagian penting dalam memperkuat pengelolaan zakat serta memperluas dampak program Baitul Mal bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik kunjungan Prof. Waryono ke Baitul Mal Kota Lhokseumawe. Ini bukan hanya menjadi momentum silaturahmi, tetapi juga ruang untuk bertukar gagasan dan memperkuat sinergi dalam membangun tata kelola ZISWAF yang lebih baik. Kami ingin memastikan bahwa amanah umat yang dititipkan melalui Baitul Mal dapat dikelola secara profesional, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dr. Damanhur Abbas.

Ia menambahkan, pengelolaan zakat ke depan perlu terus diarahkan pada program yang mampu meningkatkan kemandirian mustahik, sehingga penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan konsumtif, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang secara ekonomi dan sosial.

“Zakat memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat. Karena itu, Baitul Mal tidak boleh berhenti pada pola penyaluran bantuan, tetapi harus terus mendorong program-program produktif yang dapat mengubah mustahik menjadi masyarakat yang mandiri dan pada waktunya mampu keluar dari ketergantungan,” tambahnya.

Prof. Waryono juga menekankan pentingnya pengelolaan ZISWAF yang tidak hanya berorientasi pada penghimpunan dan penyaluran, tetapi juga mampu memberikan dampak jangka panjang melalui program pemberdayaan masyarakat.

“Pengelolaan zakat harus terus didorong agar semakin profesional, amanah, dan memberikan dampak nyata. Zakat bukan hanya tentang menyalurkan bantuan, tetapi bagaimana dana umat dapat dikelola secara produktif sehingga mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” kata Prof. Waryono.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk bertukar pandangan mengenai tantangan dan peluang pengembangan pengelolaan ZISWAF di daerah, termasuk pentingnya inovasi, penguatan kelembagaan, digitalisasi layanan, serta peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat.

Baitul Mal Kota Lhokseumawe berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta mengembangkan program-program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan mustahik.

Sinergi antara Kementerian Agama dan Baitul Mal diharapkan dapat terus diperkuat melalui komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan ZISWAF yang semakin amanah dan profesional, potensi dana umat diharapkan mampu menjadi instrumen strategis dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baitul Mal Kota Lhokseumawe terus mendorong semangat “Zakat untuk Kemaslahatan, Mustahik Berdaya, Masyarakat Sejahtera.”

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....