Keselamatan Jadi Prioritas, Konvoi Ranpur Kavaleri 11/MSC Tuai Apresiasi
- 14 Jul 2026 14:18 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Batalyon Kavaleri 11/MSC mulai bergerak menuju Aceh Besar untuk melaksanakan Latihan Menembak Senjata Ranpur Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang merupakan program latihan rutin tahunan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga dan meningkatkan kemampuan tempur prajurit serta memastikan kesiapan operasional kendaraan tempur TNI Angkatan Darat. Selasa 14 Juli 2026.
Komandan Batalyon Kavaleri 11/MSC, Letkol Kav Dani Syahputra, S.A.P., mengatakan seluruh personel dan kendaraan tempur telah dipersiapkan secara maksimal sebelum diberangkatkan. Menurutnya, kondisi kesehatan prajurit menjadi perhatian utama, terutama para pengemudi kendaraan tempur yang akan menempuh perjalanan cukup jauh menuju Lapangan Tembak Desa Blang Siron, Kecamatan Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar.
"Seluruh prajurit dalam kondisi sehat dan siap melaksanakan tugas. Begitu juga kendaraan tempur yang telah melalui pemeriksaan secara menyeluruh oleh satuan bersama Denpal 1/IM Lhokseumawe sehingga dipastikan layak dan aman digunakan untuk perjalanan jauh maupun pelaksanaan latihan," ujar Letkol Kav Dani Syahputra.
Dalam perjalanan, aspek keselamatan menjadi prioritas utama, termasuk saat melintasi Jembatan Bailey Kutablang, Kabupaten Bireuen. Letkol Kav Dani Syahputra menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kodim, Koramil, Polsek Kuta Blang, serta Dinas Perhubungan untuk memastikan proses penyeberangan berlangsung aman dan tidak mengganggu pengguna jalan.
Sebagai bentuk antisipasi terhadap beban jembatan, setiap kendaraan tempur (ranpur) tidak melintas secara bersamaan. Ranpur terlebih dahulu diturunkan dari truk pengangkut sebelum memasuki jembatan, kemudian melintasi jembatan satu per satu dengan pengawasan ketat petugas. Setelah berhasil melewati jembatan, ranpur kembali dinaikkan ke atas truk pengangkut untuk melanjutkan perjalanan menuju Banda Aceh. Langkah tersebut dilakukan guna mengurangi beban yang diterima konstruksi jembatan sekaligus memastikan keselamatan personel, kendaraan, dan masyarakat pengguna jalan.

Selain itu, pengawalan oleh Polisi Militer dilakukan sejak keberangkatan hingga tiba di lokasi latihan. Apabila terjadi antrean kendaraan di belakang iring-iringan, petugas akan membuka ruang agar kendaraan masyarakat dapat melintas sehingga arus lalu lintas tetap berjalan dengan tertib.
Letkol Kav Dani Syahputra juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila konvoi kendaraan tempur sempat memperlambat arus lalu lintas. Menurutnya, pergerakan tersebut semata-mata untuk mendukung latihan yang telah diprogramkan sebagai bagian dari pembinaan kemampuan prajurit.
"Kami memohon maaf apabila perjalanan konvoi sedikit mengganggu aktivitas pengguna jalan. Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa kegiatan ini merupakan latihan untuk menjaga kesiapan prajurit dalam melaksanakan tugas negara. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap mengikuti arahan petugas dan tidak memotong rangkaian konvoi demi keselamatan bersama," katanya.
Kehadiran iring-iringan kendaraan tempur tersebut menarik perhatian masyarakat di sepanjang jalur yang dilalui. Sejumlah warga tampak berhenti sejenak untuk menyaksikan proses penyeberangan ranpur di Jembatan Bailey Kutablang yang berlangsung tertib dan penuh kehati-hatian.
Salah seorang pengguna jalan, Rahmat (38), warga Bireuen, mengaku sempat menunggu beberapa menit saat proses penyeberangan berlangsung. Namun, menurutnya, pengaturan lalu lintas oleh aparat sangat baik sehingga masyarakat tetap dapat melintas secara bergantian.
"Kami melihat prosesnya sangat hati-hati. Kendaraan tempur bahkan diturunkan dari truk sebelum melewati jembatan dan melintas satu per satu. Memang sedikit menunggu, tetapi ini demi keselamatan bersama dan kami sangat memahaminya," ujarnya.

Sementara itu, warga Kutablang, Nurhayati (46), mengaku baru pertama kali melihat proses penyeberangan kendaraan tempur dengan prosedur seperti itu. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan komitmen TNI dalam mengutamakan keselamatan masyarakat dan menjaga infrastruktur yang digunakan bersama.
"Kami bangga melihat prajurit begitu disiplin. Mereka tidak memaksakan kendaraan berat melintas sekaligus, tetapi benar-benar memperhatikan kondisi jembatan. Semoga latihan berjalan lancar dan seluruh prajurit kembali dengan selamat," katanya.
Melalui latihan tersebut, Batalyon Kavaleri 11/MSC berharap kemampuan prajurit semakin terasah sehingga siap menghadapi berbagai tugas operasi maupun penugasan lainnya. Dukungan dan pengertian masyarakat selama perjalanan dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan kelancaran latihan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....