Islamic Relief Indonesia menggelar kegiatan Lessons Learned Program Qurbani

  • 24 Jun 2026 14:06 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Yayasan Islamic Relief Indonesia menggelar kegiatan Lessons Learned Program Qurbani Aceh 2026 sebagai forum refleksi, evaluasi, dan pembelajaran pasca pelaksanaan program qurbani tahun 2026. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026 di Gapping Cafe, Jalan Darussalam, Gampong Jawa Baru, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai mitra dan pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan Program Qurbani Aceh 2026, termasuk perwakilan Baitul Mal Kota Lhokseumawe yang terdiri dari Anggota Badan Baitul Mal Dr. Munawir, Plt. Kepala Sekretariat Baitul Mal Kota Lhokseumawe Faisal, ST, didampingi Anggota Badan Jumiati, Kasubbag Umum Junaidi, S.Sos, serta Bendahara BMKL Nina Rostina.

Forum Lessons Learned ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi tantangan selama pelaksanaan, mendokumentasikan praktik-praktik terbaik yang telah dilakukan, serta merumuskan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program qurbani pada masa mendatang.

Area Koordinator Yayasan Relief Islami Indonesia, Yusrizal Puteh, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Program Qurbani Aceh 2026.

“Program qurbani bukan hanya tentang pendistribusian hewan qurban kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga tentang membangun kolaborasi, kepercayaan, dan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat. Melalui forum ini, kami ingin mendengar masukan dari seluruh mitra agar pelaksanaan program di masa mendatang semakin efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang lebih besar,” ujar Yusrizal Puteh.

Sementara itu, Ketua baitul mal lhokseumawe Dr. Tgk. H. Damanhur Abbas, Lc., M.A., diwakili oleh Anggota Badan Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Dr. Munawir, menyambut baik pelaksanaan kegiatan evaluasi tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas program kemanusiaan dan sosial keagamaan.

“Baitul Mal Kota Lhokseumawe mengapresiasi komitmen Islamic Relief Indonesia yang secara konsisten melibatkan berbagai pihak dalam proses evaluasi program. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memastikan setiap program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat penerima serta menjadi dasar perbaikan program ke depan,” kata Dr. Munawir.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Sekretariat Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Faisal, ST, menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga filantropi, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat program-program sosial kemasyarakatan.

“Kolaborasi yang terjalin selama ini antara Baitul Mal Kota Lhokseumawe dan Islamic Relief Indonesia telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui forum evaluasi ini, berbagai masukan dan pengalaman lapangan dapat menjadi bahan penyempurnaan program sehingga manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” ungkap Faisal.

Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai aspek pelaksanaan Program Qurbani Aceh 2026, mulai dari perencanaan, distribusi, koordinasi lapangan, hingga strategi penguatan program pada tahun-tahun mendatang.

Melalui kegiatan Lessons Learned ini, Islamic Relief Indonesia dan seluruh mitra berharap dapat terus memperkuat kerja sama serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam program-program kemanusiaan, pemberdayaan, dan sosial keagamaan di Aceh.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....