Remaja Aceh Pamer Aurat Medsos, Haji Uma Minta Polda Aceh Berikan Pembinaan
- 09 Apr 2026 13:23 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman sapaan Haji Uma sangat menyayangkan dan prihatin terkait viralnya seorang remaja perempuan Aceh berinisial C (17), diduga sengaja memperlihatkan bagian tubuh yang tidak pantas saat siaran langsung di platform aplikasi TikTok demi untuk memperoleh gift dari penonton.
Tindakan yang tidak senonoh yang dilakukan remaja tersebut beberapa waktu lalu dinilai sangat meresahkan masyarakat dan berpotensi memberi dampak negatif terhadap generasi muda di Aceh yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariat Islam.
Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman (Haji Uma) mengaku geram terhadap perilaku terkait oknum remaja Aceh yang memperlihatkan bagian tubuh yang tidak pantas saat siaran di media sosial sehingga sangat berdampak terhadap citra Aceh sebagai daerah syariat islam.
“Terkait hal ini saya sudah melakukan koordinasi dengan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, melalui Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Aceh, Kompol Hj. Isramiati, S.E., M.Si, guna mempercepat penanganan kasus tersebut, agar pelaku segera diamankan untuk pembinaan, karena penegakan hukum penting sebagai efek jera, namun tetap harus dibarengi dengan pembinaan, “kata Haji Uma, Kamis, 9 April 2026.
Haji Uma mengaku telah menghubungi orang tua remaja tersebut untuk menggali informasi lebih lanjut, Dari hasil komunikasi, diketahui bahwa yang bersangkutan telah lama meninggalkan rumah dan tidak dapat dihubungi karena memblokir nomor keluarganya.
“Menurut informasi yang kita peroleh, yang bersangkutan sebelumnya pernah menjalani rehabilitasi sosial setelah kembali dari Malaysia terkait kasus yang pernah dialaminya dan sempat dibina di salah satu pesantren di Kabupaten Aceh Besar sebagai bagian dari upaya pemulihan dan pembinaan mental.”jelasnya.
Haji Uma menegaskan, pendekatan terhadap kasus ini tidak boleh semata-mata berorientasi pada penghukuman, tetapi juga harus mengedepankan aspek pembinaan agar yang bersangkutan dapat kembali ke lingkungan sosial dengan lebih baik.
“kita berharap sinergi antara aparat penegak hukum, keluarga, serta lembaga pembinaan seperti pesantren dan Wilayatul Hisbah dapat menjadi solusi komprehensif dalam menangani persoalan tersebut,”harapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....