Petani Pulo Iboih Terima Dua Ton Pupuk
- 11 Feb 2026 19:30 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara - Gampong (Desa) Pulo Iboih Aceh Utara kembali berdenyut harapan. Rabu, 11 Februari 2026, sebanyak dua ton pupuk subsidi Urea tiba dan langsung disiapkan untuk didistribusikan kepada petani yang terdampak banjir.
Bantuan ini dihadirkan melalui kolaborasi Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) Universitas Malikussaleh dalam Program Mahasiswa Berdampak bersama Kemendikti Saintek.
Kedatangan pupuk tersebut menjadi angin segar setelah berbulan-bulan petani bergulat dengan kelangkaan dan mahalnya pupuk non-subsidi yang mencapai Rp9.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Kondisi makin berat karena sebagian lahan sawah gagal panen akibat banjir, membuat perputaran modal petani tersendat.

Ketua Kelompok Tani, Asnawi, mengaku bersyukur atas bantuan yang sangat dinanti itu. Menurutnya, pupuk adalah nyawa pertanian padi. Tanpa pupuk, pertumbuhan tanaman tidak maksimal dan hasil panen sulit diharapkan. “Dengan adanya pupuk subsidi ini, semangat petani kembali tumbuh,” ujarnya.
Geuchik Gampong Pulo Iboih, Muammar, menyebut bantuan tersebut sebagai momentum kebangkitan. Ia mengapresiasi peran mahasiswa dan semua pihak yang mengawal proses distribusi agar tepat sasaran dan benar-benar menyentuh petani yang membutuhkan.
Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Setia Budi, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pendampingan teknis, tetapi juga solusi nyata atas kebutuhan dasar petani. Bersama mahasiswa HIMAGRI, distribusi pupuk dikawal ketat agar transparan dan merata. Dua ton pupuk itu kini bukan sekadar angka, melainkan simbol harapan baru bagi kebangkitan pertanian pascabanjir di Pulo Iboih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....