​Ustadz Damanhur Abbas Ingatkan Bahaya Mengejar Harta Berlebihan

  • 10 Feb 2026 15:57 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI,CO.ID,Lhokseumawe - Ustadz Damanhur Abbas, Lc., M.A., seorang Penceramah yang juga merupakan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh (Unimal), menyampaikan tausiah mengenai pentingnya sikap bijak dalam menyikapi harta. Pesan tersebut disampaikan dalam dialog Tausiah Sore RRI Pro Satu Lhokseumawe edisi Senin, 9 Februari 2026.

Dalam tausiahnya, Ustadz Damanhur menegaskan bahwa umat Islam tidak dianjurkan untuk mengejar harta secara berlebihan. Menurutnya, harta memiliki sifat “hijau dan manis”  yakni tampak indah, menggoda, serta memberikan kenikmatan, namun pada hakikatnya bersifat sementara dan tidak kekal.

Sebagaimana diriwayatkan dalam hadist "Sesungguhnya harta ini hijau dan manis. Barangsiapa mengambilnya dengan jiwa yang baik (tidak tamak/halal), maka ia akan diberkahi. Namun, barangsiapa mengambilnya dengan jiwa yang tamak, maka ia tidak akan diberkahi, ia seperti orang yang makan tetapi tidak kenyang." (HR. Bukhari no. 1472, Muslim no. 1052).

“Jangan sampai hidup kita hanya dihabiskan untuk mengejar harta,” ujar Ustadz Damanhur Abbas dalam tausiahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kecintaan yang berlebihan terhadap harta dapat menjerumuskan seseorang pada sifat tercela. Harta, kata dia, berpotensi membuat seseorang menjadi kikir serta mendorong terjadinya perbuatan korupsi atau mengambil hak orang lain secara tidak benar.

Lebih lanjut, Ustadz Damanhur menekankan bahwa Islam telah mengatur cara membersihkan dan memanfaatkan harta agar membawa keberkahan. Harta tidak boleh ditumpuk semata untuk kepentingan pribadi, melainkan harus memiliki fungsi sosial.

“Harta hendaknya diberikan kepada keluarga, kerabat, dan sesama muslim melalui zakat, infak, dan wakaf agar membawa keberkahan serta manfaat bagi banyak orang,” tuturnya.

Melalui tausiah tersebut, Ustadz Damanhur Abbas mengajak umat Islam untuk menempatkan harta sebagai sarana ibadah, bukan tujuan utama hidup, sehingga terhindar dari sifat kikir dan perbuatan yang merugikan sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....