Proyek Galian SPAM Lhokseumawe Disorot, Keselamatan Warga Terabaikan

  • 09 Feb 2026 15:17 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe-Proyek galian jaringan pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dikerjakan PT Toya Perdana di Jalan Air Bersih, Desa Tempok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, menuai keluhan keras dari masyarakat. Pekerjaan tersebut dinilai tidak terencana dengan baik serta mengabaikan keselamatan pengguna jalan.

Pantauan RRI di lokasi menunjukkan wilayah kerja proyek terbentang jelas di badan jalan utama. Gundukan tanah, kerikil, dan batu-batuan bekas galian bertebar di sepanjang ruas jalan, menciptakan kondisi berbahaya bagi pengendara roda dua maupun roda empat, terlebih saat hujan turun dan permukaan jalan menjadi licin serta berlubang.

Tokoh masyarakat setempat, Andi Rahman, menyebut proyek tersebut dikerjakan tanpa memperhatikan aspek keselamatan publik. Ia menilai pelaksanaan proyek terkesan hanya berorientasi pada penyelesaian fisik pekerjaan semata.

“Kami tidak menolak pembangunan. Tapi yang kami persoalkan adalah cara kerjanya. Keselamatan masyarakat sama sekali tidak diperhitungkan. Kendaraan melintas persis di samping alat berat tanpa pengamanan, tanpa rambu, tanpa pengaturan lalu lintas,” ujar Andi Rahman kepada RRI, Senin 9 Februari 2026.

Ia menambahkan, tidak terlihat adanya sistem buka-tutup jalan maupun petugas yang mengarahkan arus kendaraan. Kondisi ini dinilai sangat berisiko, terutama pada jam-jam padat lalu lintas.

Selain itu, Andi Rahman juga menyoroti minimnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Para pekerja proyek tampak tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm keselamatan, rompi kerja, maupun perlengkapan standar lainnya. Area proyek pun tidak dilengkapi pengamanan atau pembatas yang memadai.

“Pekerja tidak pakai APD, tidak ada pengamanan jalan, tidak ada pihak keamanan yang dilibatkan. Ini sangat berbahaya, baik bagi pekerja maupun masyarakat,” tegasnya.

Warga juga mengeluhkan kondisi jalan yang kerap dibongkar pasang dalam waktu berdekatan. Menurut mereka, hal ini mencerminkan lemahnya perencanaan proyek yang tidak terintegrasi.

Saat reporter RRI berupaya mengonfirmasi kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe terkait pengawasan dan aspek keselamatan proyek tersebut, pihak Pemko belum dapat dimintai keterangan hingga berita ini diturunkan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan pengawasan ketat serta memastikan penerapan standar keselamatan agar proyek pembangunan tidak justru membahayakan warga.

Hingga saat ini aktivitas proyek masih berlangsung dan pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan secara mandiri saat melintas di kawasan Jalan Air Bersih, Desa Tempok Teungoh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....