Mahasiswa KKN Kelompok 61 Unimal Bantu UMKM SABCI

  • 05 Feb 2026 16:25 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Malikussaleh Kelompok 61 yang bertugas di Desa Baloy, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, mengunjungi salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat, yakni SABCI (Sabun Cuci Piring), pada Selasa, 3 Februari 2026.

UMKM SABCI merupakan usaha milik  Khuzaimah, warga Desa Baloy, yang dirintis sebagai bentuk kepedulian terhadap perempuan di lingkungan sekitar yang belum memiliki pekerjaan. Ia berinisiatif memproduksi sabun cuci piring karena produk tersebut merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat dan memiliki peluang pasar yang stabil. Usaha ini juga telah mengantongi izin resmi dari instansi terkait.

Khuzaimah menyampaikan Usaha yang bernama (SABCI) Sabun Cuci Piring sudah berjalan selama satu tahun, proses pembuatannya diawali dengan tahap coba-coba dan penelitian selama kurang lebih enam bulan hingga menghasilkan produk yang siap dipasarkan.

Dalam hal pemasaran, produk SABCI telah dipasarkan ke wilayah Peunteut dan Gedung Bayu Kota Lhokseumawe, serta mendapat respons positif dari konsumen. Saat ini, sabun cuci piring SABCI juga telah tersedia di beberapa toko kelontong dan (MBG) Makanan Bergizi Gratis di Kota Lhokseumawe.

Dalam perjalanannya, UMKM SABCI masih menghadapi tantangan, khususnya dalam hal pemasaran. Keterbatasan waktu menjadi kendala utama karena pemilik usaha juga memiliki pekerjaan utama (PNS) Pegawai Negeri Sipil , sehingga promosi produk belum dapat dilakukan secara maksimal. 

Dalam rangka mendukung pengembangan UMKM SABCI, mahasiswa KKN-PPM Universitas Malikussaleh yang bertugas di Desa Baloy turut memberikan kontribusi pada aspek pemasaran. Melalui kegiatan kunjungan dan pendampingan, mahasiswa membantu pelaksanaan promosi produk melalui media sosial serta penerapan strategi pemasaran sederhana untuk memperluas jangkauan pasar.

Melalui usahanya, Khuzaimah berharap SABCI dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih kreatif dan berani membuka peluang usaha, khususnya bagi semua masyarakat, agar dapat meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan.

Kegiatan kunjungan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa KKN-PPM Universitas Malikussaleh Kelompok 61 sekaligus bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM lokal di Desa Baloy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....