Distribusikan Air Bersih Warga Terdampak Banjir Bireuen Berjalan Optimal

  • 31 Jan 2026 21:22 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Bireuen - Pemerintah Kabupaten Bireuen terus melakukan upaya tanggap darurat pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah kecamatan. Salah satu fokus utama yang terus dilakukan adalah pendistribusian air bersih dan masih berlangsung sampai saat ini guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Banjir dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan sumber air bersih warga terganggu, bahkan tidak dapat digunakan. Sumur warga tercemar lumpur, jaringan pipa rusak, serta akses ke sumber mata air terputus. Kondisi ini berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan air minum, memasak, dan sanitasi.

Walaupun jaringan pipa PDAM saat ini sudah pulih pada beberapa tempat, namun Pemerintah Kabupaten Bireuen terus melakukan koordinasi lintas instansi, Pemkab Bireuen menyalurkan air bersih ke lokasi-lokasi terdampak dengan menggunakan mobil tangki air berkapasitas 4000 liter. Distribusi dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), TNI, Polri, serta relawan kemanusiaan.

Bupati Bireuen, Muklis ST, menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi pascabencana. “Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah daerah memastikan warga terdampak tidak kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari, terutama di masa darurat seperti ini,” ujarnya. Sabtu 31 Januari 2026.

Distribusi air bersih diprioritaskan ke desa-desa yang mengalami kerusakan parah, terutama wilayah yang jaringan airnya belum pulih. Setiap hari, puluhan ribu liter air bersih disalurkan ke titik-titik pengungsian dan permukiman warga, dengan jadwal distribusi yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Selain pendistribusian air, pemerintah daerah juga mulai melakukan langkah pemulihan jangka menengah, seperti, perbaikan jaringan pipa air bersih bagi wilayah-wilayah yang belum maksimal jaringannya. Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Bireuen sampai dengan tanggal 28 januari 2026 telah distribusikan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak sebanyak 1057 ton air bersih.

Pendistribusian air bersih secara cepat dan masif disalurkan ke beberapa desa di berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Bireuen, diantaranya Kecamatan Juli, Peusangan, Jangka, Jeumpa, Kutablang, Samalanga, Peudada, Kota Juang, Peusangan Siblah Krueng, dan Kecamatan Gandapura. Tidak hanya pendistribusian untuk air minum, pemerintah juga menyalurkan air bersih untuk keperluan wudhu dan pembersihan fasilitas umum seperti, mushalla, meunasah, mesjid, puskesmas, dayah, KODIM, jalan nasional, dan jembatan

Warga menyambut baik upaya tersebut. Salah seorang warga terdampak menyampaikan bahwa bantuan air bersih sangat membantu masyarakat di tengah keterbatasan pascabencana. “Sejak banjir, kami kesulitan air bersih. Dengan adanya distribusi ini, kebutuhan sehari-hari kami bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Bireuen memastikan pendistribusian air bersih akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali mengakses sumber air bersih secara normal. Pemkab juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan air secara bijak selama masa pemulihan berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....