Menjaga Hati Bersih Kunci Kebahagiaan Sejati
- 29 Jan 2026 20:53 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe-Menjaga kesucian hati menjadi faktor utama dalam meraih kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat. Hal tersebut disampaikan Ustadz Saiful Azhar, Lc, M.Sh.,MH dalam tausiah sore RRI Pro Satu Lhokseumawe edisi Rabu, 28 Januari 2026.
Menurut Ustadz Saiful Azhar, hati merupakan pusat kendali perilaku manusia. Dalam bahasa Arab, hati disebut qalbun, yang bermakna sesuatu yang mudah berbolak-balik. Kondisi ini menyebabkan keimanan dan perasaan seseorang dapat berubah sewaktu-waktu jika tidak dijaga dengan sungguh-sungguh.
“Hati bisa saja hari ini lembut dan taat, namun esok hari berubah dipenuhi iri dan dengki. Karena itu, hati harus terus dirawat agar tetap bersih,” ujar Ustadz Saiful Azhar.
Ia mengutip firman Allah Swt. dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 88–89 yang menegaskan bahwa pada hari kiamat, harta dan anak tidak lagi bermanfaat, kecuali bagi orang yang datang dengan hati yang selamat atau qalbun salim. Ayat tersebut, kata dia, menjadi pengingat bahwa investasi terbaik manusia adalah memperbaiki kondisi batin.
Ustadz Saiful Azhar juga menyoroti pandangan keliru sebagian masyarakat yang menjadikan materi sebagai sumber kebahagiaan utama. Menurutnya, harta hanyalah sarana pendukung, bukan penentu ketenangan hidup.
“Banyak orang memiliki harta melimpah, tetapi hatinya tetap gelisah. Kebahagiaan sejati itu bersumber dari hati, bukan dari materi,” katanya.
Untuk menjaga dan mengobati hati, ia menganjurkan agar umat Islam memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an, tidak hanya membacanya, tetapi juga mentadaburi dan mengamalkan isinya. Al-Qur’an, lanjutnya, merupakan syifa atau obat bagi penyakit hati dan kegundahan jiwa.
Selain itu, zikir dan doa menjadi sarana penting dalam menenangkan hati. Ia menekankan pentingnya doa agar hati tetap istiqamah, seperti doa Ya Muqallibal Qulub, agar manusia tidak mudah terpengaruh oleh godaan dunia.
Sebagai penutup, Ustadz Saiful Azhar mengajak masyarakat untuk meluangkan waktu melakukan tafakkur dan menjauhi lingkungan yang dapat menjerumuskan pada maksiat. Ia juga mengingatkan orang tua agar mendidik anak dengan nilai agama dan doa, bukan semata-mata dengan fasilitas materi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....