Tingginya Mahar Picu Turunnya Pernikahan di Aceh

  • 26 Jan 2026 09:55 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Menurunnya angka pernikahan di Aceh menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu munculnya dampak sosial negatif, seperti pergaulan bebas, perzinahan, serta penundaan pernikahan di kalangan generasi muda yang secara psikologis telah siap membina rumah tangga.

Hal tersebut disampaikan Tgk. Adnan Yahya, M.Pd., Senin 26 Januari 2026 kepada RRI. Dirinya menilai bahwa kendala utama terletak pada aspek finansial, terutama tingginya mahar emas. Banyak pasangan terpaksa menunda pernikahan karena belum mampu memenuhi standar mahar yang ditetapkan oleh keluarga.

Menurutnya, perlu dilakukan rekonstruksi terhadap adat istiadat terkait mahar. Sistem mahar yang sebelumnya menggunakan ukuran tradisional seperti mayang, dinilai perlu disesuaikan menjadi gram atau bentuk lain yang lebih realistis agar tidak memberatkan calon pengantin.

Ia juga menekankan pentingnya musyawarah dan negosiasi antar keluarga untuk mencari solusi terbaik. Dengan komunikasi yang baik, kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan yang adil tanpa mengorbankan keharmonisan hubungan.

Selain itu, Tgk. Adnan Yahya mengajak tokoh agama untuk lebih aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa mahar bukanlah ukuran kualitas pernikahan.

Islam mengajarkan kesederhanaan dan keseimbangan, sehingga pernikahan dapat berlangsung dengan mudah, berkah, dan membawa kebaikan bagi semua pihak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....