Dampak Banjir Berpotensi Dongkrak Angka Kemiskinan di Aceh
- 23 Jan 2026 15:18 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhoksumawe - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat. Kerusakan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan sarana distribusi menyebabkan aktivitas perdagangan terganggu, sehingga pasokan barang tidak berjalan lancar.
Terganggunya jaringan distribusi tersebut berdampak langsung pada kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran. Kondisi ini semakin memberatkan masyarakat, khususnya warga yang terdampak banjir dan bergantung pada aktivitas ekonomi harian untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pengamat Ekonomi Syariah, Prof. Apridar, menilai banjir memiliki efek berantai terhadap perekonomian daerah. Menurutnya, "rusaknya infrastruktur memperlambat perputaran ekonomi dan menurunkan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya berpengaruh pada tingkat kesejahteraan warga." Ujar nya kepada RRI Jumat 23 Januari 2026.
Prof. Apridar mengungkapkan, sebelum terjadinya banjir, tingkat kemiskinan di Aceh berada di angka sekitar 14 persen. Namun, dengan adanya bencana banjir yang terjadi, angka kemiskinan tersebut berpotensi meningkat apabila tidak diimbangi dengan penanganan yang cepat dan tepat.
Ia menekankan pentingnya langkah strategis dari pemerintah daerah dan pusat, khususnya dalam percepatan perbaikan infrastruktur serta pemberian bantuan ekonomi kepada masyarakat terdampak. Upaya tersebut dinilai krusial untuk memulihkan aktivitas perdagangan dan menjaga stabilitas ekonomi Aceh pascabanjir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....