Pohon Durian di Sawang Aceh Utara Banyak Mati Usai Diterjang Banjir

  • 23 Des 2025 16:50 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Aceh Utara: Kecamatan Sawang menjadi salah satu wilayah parah diterjang banjir dan longsor (bencana Hidrometeorologi) di Kabupaten Aceh Utara, akhir November 2025.

Ketinggian air banjir yang melanda Kecamatan Sawang saat hari kejadian mencapai diatas 3 meter, menghanyutkan rumah, menelan korban jiwa masyarakat setempat. Setidaknya, berdasarkan catatan pihak Kantor Kecamatan Sawang, sebanyak 267 rumah hilang belum termasuk rusak berat, sedang, dan rusak ringan.

"Ketinggian air yang menerjang 39 Gampong di Kecamatan Sawang, Aceh Utara bervariasi mulai dari kedalaman 7 meter, 4 meter, 3 meter serta 2 meter", ungkap Camat Sawang, Mazinuddin kepada RRI Lhokseumawe, Selasa (23/12/2025).

Satu Dusun lenyap total yakni Dusun Lhok Pungki, Gampong Gunci, Separuh Gampong Riseh Teungoh, Riseh Baroh lenyap, termasuk Gampong Sawang setengahnya tak bersisa. Sebanyak 7 warga meninggal dunia, dan 2 masih belum ditemukan hingga hari ke-23 pasca bencana.

Tidak hanya itu, air banjir juga merusak lahan persawahan hingga lahan perkebunan masyarakat terutama tanaman produktif, salah satunya kebun durian. Kecamatan Sawang yang selama ini dikenal sebagai penghasil buah durian di Aceh Utara, sepertinya akan merasakan dampak berkepanjangan terhadap produktivitas durian.

Pasalnya menurut temuan seorang relawan di Kecamatan Sawang, Rully Xabian, yang sebelumnya viral dengan postingan konten kuburan hilang di wilayah tersebut, kini juga menginformasikan tentang ancaman perkebunan durian masyarakat setempat.

Rully menyampaikan, setelah 23 hari dilanda banjir, banyak pepohonan durian di Kecamatan Sawang mulai mati.

"Ini saya lihat langsung di Gampong Babah Krueng. Dari pinggir jalan, langsung tampak kita lihat pohon duriannya mati, daunnya berguguran. Ada beberapa kebun lainnya sudah hanyut", ujarnya kepada RRI sembari membagikan rekaman video kamera ponselnya.

Kebun Durian milik masyarakat setempat tersebar dalam beberapa desa, dan tiap satu desa luasnya bisa berhektar-hektar. Minimal 1 sampai 2 hektar tiap desa, sebutnya lagi.

Pihak Kecamatan setempat sedang mendata kerusakan pada lahan perkebunan masyarakat. Namun masih ada perkebunan durian yang selamat dari banjir, luasnya sekitar 3 hektar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....