PUPR Aceh Benahi Kemacetan di Ruas Jalan KKA-Bener Meriah

  • 22 Des 2025 23:36 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Bener Meriah: Kemacetan parah kerap terjadi di ruas jalan alternatif perbatasan Aceh Utara - Bandara Rembele Kabupaten Bener Meriah usai resmi dibuka untuk umum sejak awal Desember 2025.

Saban hari, potret Kendaraan nyaris tak bergerak, deretan kendaraan mengular panjang. Bahkan rombongan Salmawati (Bunda Salma) anggota DPRA sempat merasakan terjebak dalam antrean yang nyaris tidak bergerak di Pagi Sabtu, 20 Desember 2025.

Pada saat itu, Bunda Salma dikabarkan dalam perjalanan pulang ke Banda Aceh usai mengantarkan bantuan logistik kemudian singgah sambil membawa pulang cabai hasil kebun warga setempat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Ir. Mawardi, ST, kepada RRI Lhokseumawe membenarkan, kemacetan parah diruas jalan tersebut.

"Pada Minggu pagi, 21 Desember 2025 saya telah menuju lokasi, bersama personel TNI, menyaksikan sendiri antrean kendaraan, kondisi badan jalan yang labil, serta arus logistik yang tersendat. Lalu, kita rapat kecil sebentar dipinggir jalan, untuk melakukan upaya penanganan", ungkap Mawardi, Senin (22/12/2025).

PUPR kemudian menambah Aramco, serta mendatangkan batang-batang kelapa untuk menahan timbunan tanah pinggir ruas jalan dari gerusan air, dan badan jalan diperlebar agar bisa dilalui dua arah oleh kendaraan roda enam.

Targetnya untuk mengurangi antrean dan memastikan logistik, barang, serta mobilitas warga tetap berjalan.

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), menjemput Aramco yang telah tersedia di Takengon untuk segera dipasang di lokasi terdampak.

"Namun alam tak sepenuhnya bersahabat. Curah hujan tinggi, arus lalu lintas yang padat, dan badan jalan yang masih labil membuat pekerjaan penuh tantangan. Bahkan, beberapa truk pengangkut logistik harus ditarik menggunakan sling kendaraan off-road milik masyarakat agar bisa melintas", sebut Mawardi.

Penanganan dilakukan tanpa henti. Menjelang senja, arus kendaraan mulai bergerak lebih lancar. Antrean yang semula mengular panjang perlahan terurai.

Bahkan sebanyak 11 unit truk pengangkut gas elpiji 3 kilogram berhasil melintasi ruas Simpang KKA menuju Bener Meriah dan Takengon. Sebuah pencapaian penting bagi masyarakat yang sangat bergantung pada pasokan energi tersebut, tambahnya lagi.

Mawardi selanjutnya meminta Dinas Perhubungan Aceh untuk melakukan r

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....