Ketika Mahar Pernikahan di Aceh Terjebak Harga Emas
- 19 Nov 2025 19:32 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe: Harga Emas dunia diprediksi tidak akan pernah anjlok drastis. Malah diprediksi akan semakin meroket dari waktu ke waktu.
Boleh di bilang harga emas saat ini hampir tidak sebanding dengan Upah Minimum para pekerja (Gaji-red). Terlebih lagi, jual beli emas di pasaran dalam wilayah Aceh, tidak mengenal gram melainkan Mayam.
Dalam 1 Mayam Emas di Aceh setara dengan 3 gram Emas ditempat lain. Tidak hanya itu, pernikahan dalam masyarakat Aceh menerapkan Mayam Emas sebagai Mahar.
Karena itu, sejumlah tokoh dan pejabat tinggi di Aceh mulai menyuarakan kekhawatiran terhadap nasib Pemuda Pemudi yang ingin melangsungkan pernikahan ditengah harga emas yang terus melambung saat ini.
Bahkan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky dalam kata sambutannya ketika membuka Muzakarah Ulama di Dayah (Pondok Pesantren) Abu Paya Pasi telah meminta para Ulama agar mengkaji ulang ketetapan Mahar Pernikahan menggunakan Emas, ucap Al-Farlaky sebagaimana dikutip dari rekaman video pada Akun TikTok-nya. Rabu (19/11/2025).
Selain Al-Farlaky, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Martini, juga meminta Pemerintah Aceh menyiapkan program subsidi mahar bagi anak muda yang ingin menikah.
Usulan tersebut ia sampaikan dalam Rapat Paripurna DPRA dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Qanun Aceh tentang APBA 2026 di Ruang Serba Guna DPRA.
Politikus Partai NasDem ini menyoroti tingginya harga emas yang dinilai menjadi salah satu tantangan utama bagi anak muda Aceh untuk melangsungkan pernikahan.
Ia menyebut, saat ini harga emas mencapai lebih dari Rp 7 juta per mayam dan mendekati Rp 8 juta, sehingga menyulitkan banyak calon pengantin.
“Tingginya harga emas pak Sekda. Ini mohon kiranya ada program dari pemerintah untuk subsidi mahar, bantuan mahar bagi anak muda yang mau menikah,” ujar Martini.
Menurut Martini, banyak pemuda di Aceh menunda pernikahan karena tidak mampu memenuhi mahar yang semakin mahal.
Ia berharap pemerintah hadir dengan kebijakan yang bisa meringankan beban tersebut.
“Kalau kami-kami ini amanlah pak Sekda. Jadi ini anak-anak muda yang mau menikah mohon dibantu maharnya. Mahal sekali sekarang sudah. Ini karena saya mewakili masyarakat, saya representasi dari masyarakat, saya harus menyampaikan walaupun semua kebijakannya ada di pemerintah Aceh,” ucapnya sebagaimana dikutip dari YouTube DPRA.
Menanggapi permintaan tersebut, Sekda Aceh M. Nasir, menyampaikan bahwa permintaan Martini merupakan persoalan yang rumit.
Karena hal ini berkaitan langsung dengan kondisi harga emas dunia.
“Jadi naik di sana (harga emas), di sini juga naik. Ini menjadi fiskal dunia,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, M. Nasir juga menyampaikan saran dari ketua DPRA agar mahar nikah cukup dengan seperangkat alat shalat saja.
“Jadi mau tidak mau jangan banyak-banyak kali mahar bilang waktu diminta menikah. Kata pak ketua (DPRA) cukup seperangkat alat shalat saja,” kata M Nasir disambut tawa para peserta rapat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....