Haji Uma Kecam Pembunuhan Warga Aceh di Sibolga
- 05 Nov 2025 17:28 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe : Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman sapaan Haji Uma mengutuk keras atas peristiwa tragis yang menimpa Arjun (21) pemuda asal Kabupaten Simeulue, Propinsi Aceh, yang meninggal dunia akibat tindakan penyiksaan dan kekerasan brutal di Masjid Agung Kota Sibolga, Sumatera Utara.
“Saya menerima kabar duka tentang pemuda asal Aceh yang menjadi korban kekerasan hingga meninggal dunia di Sibolga.
"Setelah mendengar informasi tersebut, saya langsung berkoordinasi dengan DPD RI Perwakilan Sumatera Utara, Bapak Dedi Iskandar Batubara, untuk mendapatkan kontak perwakilan di wilayah setempat,” kata Haji Uma, kepada RRI, Selasa (4/11/2025).
Lanjutnya, dari hasil komunikasi dengan sejumlah ormas keagamaan di Sibolga, diperoleh keterangan yang membenarkan bahwa telah terjadi pemukulan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap korban Arjun, yang saat itu tengah beristirahat di teras masjid Agung Sibolga.
"Kita Juga melakukan koordinasi dengan Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Jamil Z. Simauri, yang turut mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut. Korban diketahui merupakan warga Simeulue yang bermaksud beristirahat di masjid sebelum melanjutkan perjalanan melaut pada keesokan harinya."jelasnya.
Sebelum kejadian, almarhum sempat membeli nasi goreng di sekitar masjid, karena sudah larut malam, ia meminta izin kepada penjual nasi goreng untuk menumpang tidur di masjid, dan permintaan itu diizinkan.
"Tak lama kemudian, seorang penjual sate datang dan melarangnya tidur di sana. Terjadi adu kata, hingga penjual sate tersebut diduga melaporkan peristiwa itu kepada beberapa pemuda. Beberapa saat kemudian, lima orang pemuda mendatangi masjid dan memaksa Arjun pergi, karena menolak para pelaku kemudian melakukan pemukulan secara brutal dan diseret hingga kepalanya membentur tangga masjid, menyebabkan luka pecah di bagian belakang kepala. "Lanjutnya.
Haji Uma menyampaikan peristiwa ini bukan hanya tindakan kekerasan, tetapi juga tindakan biadab yang mencoreng kesucian rumah ibadah. Masjid seharusnya menjadi tempat perlindungan, bukan tempat pertumpahan darah. Apa yang dilakukan para pelaku telah menginjak nilai-nilai kemanusiaan dan keimanan.
"Saya mengutuk keras tindakan keji ini dan mendesak aparat kepolisian, khususnya Kapolres Sibolga, untuk menindak tegas seluruh pelaku serta mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya., kita juga mengapresiasi pimpinan DPRD Kota Sibolga yang telah melakukan koordinasi dan rapat bersama Polres Sibolga untuk mempercepat penanganan serta memastikan proses hukum terhadap para pelaku berjalan transparan dan tuntas."pungkasnya.(Saifulnur).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....