Banta Chandra: Lahan Kering Bisa Hasilkan Mangga Unggulan

  • 21 Okt 2025 11:13 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Di kawasan Kecamatan Muara satu Kota Lhokseumawe yang merupakan wilayah yang identik dengan lahan kering, berdiri sebuah kebun mangga modern yang menginspirasi. Kebun tersebut bernama Kebun Mangga Arun, Kebun ini, Berbeda dari kebun konvensional, budidaya di sini dilakukan dengan sistem tanam superpadat atau Ultra High Density Plantation (UHDP). Melalui metode ini, pohon mangga dapat ditanam hingga 1.100 batang per hektare, dengan jarak tanam hanya 2,5 x 3,5 meter.

Berbagai varietas mangga unggulan seperti Cokanan, Amprawin, hingga Namdokmai tumbuh subur di lahan yang relatif gersang tersebut. Inovasi ini membuktikan bahwa dengan teknologi dan metode tepat, lahan kering pun dapat menjadi sumber produksi pertanian bernilai tinggi. Pemilik Kebun Mangga Arun Banta Chandra kepada RRI Rabu (15/20/2025), mengatakan selain menerapkan teknologi tanam super padat, dirinya juga sangat memperhatikan perawatan dan pengendalian hama. Setiap pohon dipangkas secara rutin untuk menjaga sirkulasi udara dan pencahayaan, sehingga pertumbuhan bunga dan buah lebih optimal.

Lihat video: Kebun Mangga Modern dari Lahan Kering Lhokseumawe

Untuk mencegah serangan hama seperti lalat buah dan kutu daun, ia menggunakan perangkap feromon serta pestisida nabati berbahan alami yang ramah lingkungan. Penggunaan pupuk organik juga diterapkan agar struktur tanah tetap subur dan keseimbangan ekosistem terjaga. Menurut Banta, kunci keberhasilan kebun ini bukan hanya pada teknologi tanam, tetapi juga disiplin dalam perawatan.

“Kalau rutin dipangkas, dipupuk, dan dikontrol hamanya, hasil buahnya bisa maksimal meski di lahan kering,” ujarnya.

Dengan penerapan metode modern dan perawatan intensif, Kebun Mangga Arun kini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi pertanian dapat mengubah keterbatasan menjadi peluang.(Mun)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....