Prof Apridar Dianugerahi Penghargaan Unimal Utama Seperempat Abad
- 17 Agt 2025 15:18 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Aceh Utara : Universitas Malikussaleh ( Unimal) Aceh Utara mengukir sejarah baru dalam peringatan seperempat abad (25 tahun), berdirinya dengan menganugerahkan penghargaan Utama kepada tokoh sentral dalam transformasinya yakni Prof Dr Apridar SE, MSi.
Penghargaan prestisius Pin Emas ini diberikan langsung oleh Rektor Universitas Malikussaleh Prof Dr Herman Fitra dalam saat Upacara 17 Agustus 2025, sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi luar biasa, kepemimpinan visioner dan kinerja gemilang Prof. Apridar dalam membangun Unimal menjadi kampus megah yang membanggakan masyarakat Aceh.
Dalam kesempatan yang sama, penghargaan juga diberikan kepada Prof Dr A Hadi Arifin MSi, Adnan Ganti yang diterima Keponakan beliau Dr Juli Mursida, Serta Sofyan Jalil. Para penerima penghargaan dinilai oleh Senat Unimal memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan Unimal.
Prof. Apridar merupakan Rektor Dua Periode bukanlah nama asing di lingkungan Unimal. Perjalanan karirnya di kampus yang berlokasi di Aceh Utara ini adalah gambaran nyata kesetiaan dan kerja keras. Sebelum memegang tampuk kepemimpinan tertinggi, beliau telah menapaki hampir seluruh jenjang penting lainnya.
Era Transformasi: Rektor Dua Periode
Memasuki periode kepemimpinan sebagai Rektor (2010-2014 dan 2014-2018), visi besar Prof. Apridar untuk Unimal mulai terwujud secara masif. Beliau tidak hanya fokus pada penguatan internal, tetapi juga gencar mempromosikan Unimal hingga ke kancah internasional, menjalin kerjasama dan meningkatkan visibilitas kampus.
Namun, warisan terbesar yang masih terlihat jelas hingga kini adalah gelombang pembangunan infrastruktur fisik yang mengubah wajah Unimal secara drastis. Prof. Apridar menunjukkan keahlian luar biasa dalam mobilisasi pendanaan dari berbagai sumber, APBK Aceh Utara dan APBA Aceh: Memanfaatkan dana daerah untuk pembangunan fasilitas kampus.
Salah satu pencapaian monumental sebelum akhir masa jabatannya adalah peresmian Rumah Sakit Pendidikan Unimal yang sepenuhnya dibiayai APBN, Sumber pendanaan lain yang didapat unimal semasa kepemimpinan Apridar bersumber dari Asian Development Bank (ADB).
Puncak keberhasilan negosiasinya adalah penandatanganan kontrak pembangunan senilai lebih dari Rp750 miliar dengan ADB. Dana kolosal ini menjadi katalis utama transformasi fisik Unimal menjadi kampus yang megah dan modern, jauh berbeda dari masa-masa awal penegerian.
Asian Development Bank (ADB): Puncak keberhasilan negosiasinya adalah penandatanganan kontrak pembangunan senilai lebih dari Rp 750 miliar dengan ADB. Dana kolosal ini menjadi katalis utama transformasi fisik Unimal menjadi kampus yang megah dan modern, jauh berbeda dari masa-masa awal penegerian.
Keseimbangan Manajerial dan Akademik
Dibalik kesuksesan manajerialnya, Prof. Apridar tetap teguh sebagai akademisi unggul. Di usia yang relatif muda, beliau telah menyandang gelar kehormatan Profesor dari Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek Dikti) pada tahun 2014, mengukuhkan posisinya sebagai pakar di bidangnya.
Kecintaannya pada ilmu pengetahuan juga tercermin dalam produktivitas menulisnya. Hingga saat ini, Prof. Apridar telah melahirkan 40 (empat puluh) buku referensi dan buku ajar yang menjadi rujukan. Sebagian besar karya tulisnya dapat dijumpai dengan mudah di jaringan toko buku Gramedia di seluruh Indonesia, membuktikan pengakuan nasional atas kontribusi intelektualnya.
Pengabdian Prof. Apridar melampaui tembok kampus. Beliau aktif sebagai Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Aceh dan kerap dilibatkan sebagai tenaga ahli oleh Pemerintah Aceh serta berbagai Pemerintah Kabupaten/Kota di provinsi tersebut, memberikan sumbangsih pemikiran untuk pembangunan daerah.
Penghargaan Seperempat Abad: Pengakuan atas Legasi
Penganugerahan Penghargaan Utama Seperempat Abad Unimal kepada Prof. Apridar oleh Senat Universitas bukanlah sekadar seremoni. Ini adalah pengakuan institusional yang tulus atas Dedikasi Tiada Henti: Pengabdian puluhan tahun di berbagai lini kepemimpinan Unimal.
Penganugerahan ini menjadi momen penghormatan yang mengharukan sekaligus membanggakan bagi seluruh keluarga besar Unimal. Figur "pemuda Pasai" yang tekun, cerdas, dan berdedikasi tinggi ini telah mengukir namanya tak hanya sebagai birokrat pendidikan, tetapi sebagai arsitek utama kebangkitan fisik dan reputasi Universitas Malikussaleh.
Dalam sambutan singkatnya usai menerima penghargaan, Prof. Apridar menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya. "Penghargaan ini adalah milik bersama segenap sivitas akademika Unimal yang telah bekerja keras selama ini. Semoga Unimal terus tumbuh maju, memberikan yang terbaik bagi masyarakat Aceh dan Indonesia," ujarnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....