Warga Mon Geudong Protes Pengelolaan Dana Desa Tanpa Musyawarah

  • 28 Mei 2025 19:45 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN,Lhokseumawe: Karena tak mau diajak dialog dan beraudiensi soal indikasi korupsi, akhirnya ratusan Warga kompak Teken surat mosi tak percaya atas Geusyik (kepala desa) Mon Gedung Mujiburrahman yang diduga mengelola dana desa tanpa ada musyawarah alias one man show.

Selain tidak pernah melibatkan Petuha peut dan perangkat desa, geusyik juga bersolo karir dalam berbagai program kerja hingga menggelapkan honor fiktif bilal meunasah dengan meniru tanda tangan bilal meunasah tersebut.

Gerakan mosi tak percaya itu dipimpin langsung oleh Ketua Pemuda Desa Mon Geudong Heri syahputra bersama masyarakat mongeudong, Rabu (28/5/2025) yang memberi keterangan pers kepada Wartawan.

Dalam surat mosi tak percaya itu tercatat sebanyak 200 orang lebih ikut menandatanganinya karena rasa kecewa dengan kepimpinan geusyik yang tidak transparan dalam mengelola dana desa.

Heri mengatakan warga semakin kesal dengan sikap geusyik yang tidak mau diajak berdialog dan beraudensi soal indikasi korupsi dana desa.

Sehingga wargapun sepakat membuat surat mosi tak percaya atas kepimpinan Geusyik Mon Geudong Mujiburrahman. Heri menyebutkan selama tiga tahun ini geusyik dalam mengelola dana desa tanpa musyawarah yang tidak melibatkan petuha peut dan sebagian perangkat desa lainnya.

Sehingga menimbulkan perpecahan ditengah masyarakat. Dalam surat mosi tak percaya itu, merincikan program kerja yang dikelola secara pribadi diantaranya program Anggaran Ketahanan Pangan Tahun 2023 (Peternakan Ayam), lokasinya dialihkan ke gampong lain yaitu Gampong Hagu Barat Laut Kecamatan Banda Sakti. Program Ketahanan Pangan tahun 2024 (Penanaman Bibit Cabe) dan Pembangunan tempat parkir di depan kantor geuchik. Program Anggaran Ketahanan Pangan Tahun 2024 (Peternakan Bebek ) dialihkan Lokasinya ke gampong lain yaitu Gampong Meunasah Mee Kandang Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, sementara di gampong Mongeudong sudah terbentuk kelompok penerima manfaat.

Kemudian setoran Dana Zakat dari PT. Dunia Barusa tahun 2023 tidak diserahkan kepada Panitia Zakat Fitrah/Imum Gampong sebagai Ketua Baitul Mal, hal serupa juga terjadi pada kutipan uang sewa kedai kopi dan lainnya.

Diduga Anggaran PAUD Tahun 2023 yaitu pengadaan alat Perlengkapan dan alat Peraganya dikelola langsung oleh Isteri Keuchik.

Ironisnya terindikasi Pengadaan alat Perlengkapan serta alat Peraga yang dibeli tersebut adalah barang bekas yang diolah Menjadi barang baru kembali. Hal sama terjadi dalam pembangunan tutup saluran Dusun Bandar Jaya Jln.

Perikanan memakai Besi bekas pakai yang sebagian sudah berkarat yang awalnya dikerjakan oleh Dinas PUPR Kota Lhokseumawe pada tahun 2019 lalu dibongkar, dan besinya dipakai untuk Pekerjaan yang menggunakan dana desa tahun 2024.

Salah satu kader posyandu A.n herawati dipecat sepihak karena mempertanyakan pemotongan honor dan diduga berat ada masalah pribadi dengan istri keuchik.

Program Bantuan Tunai Langsung (BLT) untuk masyarakat kurang mampu di gampong Mongeudong triwulan lV tahun 2024 sudah dicairkan pada bulan desember 2024 ke rekening desa tapi baru disalurkan pada bulan januari 2025 secara tidak transparan dan diduga ada pemotongan.

Pengadaan ambulance gampong tertutup, sementara pengadaan ambulance tidak ada dalam musrembang gampong.

Disisi lain pada tahun 2023 – 2024 ada indikasi sebagian gaji aparatur di potong Dan dialihkan kepada pihak lain yang tidak terdaftar sebagai aparatur yang Tidak memiliki SK sebagai aparatur gampong, sementara ada Aparatur Gampong yang memilki SK sebagai aparatur gampong tidak berikan Honor/Jerih Payah dalam tahun Anggaran 2023, sementara Kaur Keuangan Telah mencairkan dana tersebut ke dalam rekening desa.

“Berkenaan dengan hal tersebut di atas, Kami warga Gampong Mon Geudong Menyatakan mosi tak percaya Kepada Keuchik Gampong Mon Geudong. Ketua Tuha Peut beserta anggota untuk mengadakan Audiensi antara Keuchik dengan masyarakat. Segera mencopot Mujiburahman dari jabatan geusyik jika terbukti bersalah menyalahi penggunaan wewenang,” pintanya.

Sementara itu, Geusyik Mon Geudong Mujiburahman yang dikonfirmasi via telepon selulernya mengaku telah menerima surat Mosi Tak percaya tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....