Puasa dan Al-Qur’an, Dua Amalan Penyelamat di Hari Kiamat
- 18 Mar 2026 11:24 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Ibadah puasa dan membaca Al-Qur’an tidak hanya menjadi rutinitas spiritual selama bulan Ramadan, tetapi juga diyakini sebagai dua amalan utama yang akan memberikan syafaat atau pertolongan bagi seorang hamba di hadapan Allah SWT pada hari kiamat.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Muhadar kepada RRI. Umat Islam untuk tidak hanya menjalankan ibadah secara formal, tetapi juga memperhatikan kualitas dan maknanya.
Mengutip hadis riwayat Imam Ahmad yang menjelaskan keutamaan puasa dan Al-Qur’an. Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa puasa akan berkata kepada Allah SWT bahwa ia telah menahan seseorang dari makan dan minum di siang hari, sementara Al-Qur’an menyampaikan bahwa ia telah menahan seseorang dari tidur di malam hari. Keduanya kemudian memohon izin untuk memberi syafaat, dan Allah pun mengabulkannya.
Menurutnya, hadis tersebut menjadi kabar gembira sekaligus motivasi bagi umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, baik dari sisi rukun maupun adab-adabnya. Ia menekankan bahwa tidak semua puasa otomatis memberikan syafaat, melainkan puasa yang dilakukan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah (imanan wahtisaban).
“Puasa yang berkualitas dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil. Selain itu, puasa juga termasuk ibadah yang bersifat sirriyah, yakni hanya diketahui oleh Allah dan pelakunya, sehingga kejujuran menjadi kunci utama dalam menjalankannya,” jelasnya.
Selain puasa, diharapkan pula untuk memperkuat interaksi dengan Al-Qur’an, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW bersama Malaikat Jibril.
Ustadz Muhadar menjelaskan beberapa tingkatan dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, yakni mulai dari mengimani bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah dan petunjuk hidup, membaca dengan baik dan benar (tahsin), memahami makna melalui tadabbur, mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, hingga mendakwahkan serta menjaga kehormatan Al-Qur’an.
Ia menambahkan, seluruh usaha yang dilakukan dalam menjalankan puasa di siang hari dan berinteraksi dengan Al-Qur’an di malam hari tidak akan sia-sia. “Segala kelelahan kita dalam menahan lapar dan dahaga, serta upaya kita mendekatkan diri dengan Al-Qur’an, insyaAllah akan dibalas dengan syafaat yang menyelamatkan kita di akhirat,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....