Tradisi Ramadan di Turki: Membayar Utang Orang Lain Secara Diam-Diam

  • 17 Mar 2026 09:36 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Ada banyak ragam tradisi di berbagai belahan dunia di saat Ramadhan untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Di Turki, terdapat sebuah tradisi yang cukup unik dan menyentuh, yaitu kebiasaan membayarkan utang orang lain secara diam-diam di toko atau warung pada bulan Ramadan.

Tradisi ini dikenal dengan istilah “veresiye defteri”, yaitu buku catatan utang yang biasanya dimiliki oleh pemilik toko kecil atau warung. Dalam buku tersebut, pemilik toko mencatat utang pelanggan yang membeli kebutuhan sehari-hari namun belum mampu membayarnya.

Pada bulan Ramadan, sebagian masyarakat yang memiliki kemampuan finansial lebih akan datang ke toko-toko tersebut dan meminta untuk melihat catatan utang dalam buku itu. Tanpa menanyakan identitas orang yang berutang, mereka kemudian membayar sebagian atau bahkan seluruh utang yang tercatat. Setelah itu, mereka pergi tanpa memberi tahu siapa pun bahwa mereka telah melunasi utang tersebut. Tradisi ini dilakukan untuk menjaga kehormatan dan martabat orang yang menerima bantuan. Dengan cara tersebut, orang yang terbantu tidak merasa malu atau terbebani secara sosial.

Dalam buku "Turkey: A Modern History" karya Erik J. Zürcher dijelaskan bahwa masyarakat Turki memiliki tradisi solidaritas sosial yang kuat yang berakar dari nilai-nilai Islam dan budaya Ottoman. Praktik berbagi dan membantu masyarakat kurang mampu telah menjadi bagian dari kehidupan sosial sejak masa Kesultanan Ottoman.

Selain itu, dalam buku Daily Life in the Ottoman Empire karya Mehrdad Kia juga disebutkan bahwa kehidupan sosial masyarakat Ottoman sangat dipengaruhi oleh praktik filantropi Islam, seperti sedekah, wakaf, dan berbagai bentuk bantuan sosial yang dilakukan secara sukarela.

Tradisi membayar utang melalui veresiye defteri merupakan salah satu bentuk modern dari semangat filantropi tersebut yang masih bertahan hingga sekarang. Kebiasaan ini biasanya semakin sering dilakukan pada bulan Ramadan karena masyarakat percaya bahwa pahala sedekah akan dilipatgandakan pada bulan suci.

Nilai yang terkandung dalam tradisi ini sejalan dengan ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk saling membantu dalam kebaikan. Dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surah Al-Ma'idah ayat 2, Allah SWT memerintahkan umat manusia untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Selain itu, dalam hadis yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa siapa yang membantu meringankan kesulitan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan meringankan kesulitannya pada hari kiamat.

Tradisi ini menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat solidaritas sosial. Melalui kebiasaan sederhana seperti membayar utang orang lain secara diam-diam, masyarakat Turki memberikan contoh nyata bagaimana nilai-nilai Islam dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....