Tgk. Saifuddin Husein Kupas Kerugian di Bulan Ramadhan
- 17 Mar 2026 05:09 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Program acara "Kuliah Sahur" melalui siaran Pro 1 FM 89.3 MHz pada Selasa, 17 Maret 2026, yang berlangsung mulai pukul 04.05 hingga 04.30 WIB ini menghadirkan Tgk. Saifuddin Husein sebagai penceramah utama. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dengan RRI Lhokseumawe untuk menemani umat Muslim di wilayah tersebut dalam menjalani ibadah puasa.
Dalam penyampaiannya, Tgk. Saifuddin Husein menekankan betapa besarnya kerugian bagi seorang Muslim yang melewati bulan Ramadhan tanpa meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT. Beliau memetik Surah Al-Asr untuk mengingatkan bahwa manusia senantiasa dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Ramadhan seharusnya menjadi momentum emas untuk meraih rahmat dan keampunan yang melimpah.
Beliau juga menjelaskan keutamaan fasa-fasa Ramadhan yang terbagi kepada sepuluh hari pertama yang penuh rahmat, sepuluh hari kedua yang penuh keampunan (maghfirah), dan sepuluh hari terakhir sebagai pembebasan dari api neraka (itqum minannar). Menurutnya, adalah satu kerugian besar sekiranya seseorang tidak merasa gembira dengan kedatangan bulan mulia ini, memandangkan rasa gembira saja sudah dijanjikan perlindungan daripada api neraka oleh Rasulullah SAW.
Lebih lanjut, penceramah mengingatkan agar umat Islam tidak menyia-nyiakan waktu dengan meninggalkan ibadah fardu maupun sunnah seperti salat Tarawih, tadarus Al-Quran, dan salat Tahajjud. Beliau menegaskan bahwa segala amalan kebaikan di bulan ini dilipatgandakan pahalanya, bahkan tidur orang yang berpuasa juga dikira sebagai ibadah. Mengabaikan kewajiban berpuasa tanpa alasan yang sah bukan saja mendatangkan dosa besar, malah boleh merusak akidah seseorang.
Sebagai penutup, Tgk. Saifuddin mengajak seluruh pendengar untuk merenung betapa istimewanya Ramadhan sehingga para sahabat dahulu berharap agar sepanjang tahun adalah bulan Ramadhan karena segala doa dikabulkan dan dosa diampunkan. Beliau berharap agar tausiah ringkas ini dapat memotivasi masyarakat Lhokseumawe dan sekitarnya untuk terus berada dalam landasan ubudiyah supaya tidak tergolong dalam kalangan orang yang rugi selepas Ramadhan berlalu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....