Membangun Ibadah Puasa Berlandaskan Iman dan Mengharap Pahala

  • 16 Mar 2026 10:25 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe-RRI Pro Satu Lhokseumawe dalam Program Mutiara Pagi pada Senin, 16 Maret 2026 mengupas tuntas pentingnya membangun ibadah puasa di atas landasan iman dan ihtisab atau mengharap pahala hanya dari Allah Swt.

Materi tausiah tersebut disampaikan oleh Ustaz Mirza Gunawan yang menjelaskan bahwa ibadah puasa dan salat malam yang dilakukan tanpa didasari keyakinan penuh serta ketulusan mengharap rida Allah tidak akan bernilai di sisi-Nya.

Merujuk pada hadis riwayat Bukhari dan Muslim, ia menekankan bahwa janji penghapusan dosa-dosa masa lalu hanya berlaku bagi mereka yang menjalankan ibadah dengan kerangka imana wahtisaban. Tanpa elemen keimanan, puasa hanya akan menjadi aktivitas menahan lapar dan dahaga yang sia-sia tanpa makna spiritual.

Dalam pemaparannya, Ustaz Gunawan merinci bahwa ada dua syarat utama agar amal ibadah diterima, yakni ikhlas dan mutabaah atau mengikuti tuntunan Rasulullah saw. Ikhlas berarti memurnikan niat hanya untuk Allah tanpa mengharapkan pujian atau keuntungan duniawi.

Sementara itu, setiap rukun dan tata cara ibadah harus sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw agar kualitas ibadah tersebut mencapai derajat terbaik sesuai dengan perintah agama.

"Kita harus memahami bahwa amal ibadah hanya akan diterima oleh Allah jika kita memiliki rasa ikhlas dan mengikuti tata cara Rasulullah. Dengan menghilangkan orientasi duniawi dan fokus pada keridaan Allah, kita akan mampu menjalankan ibadah dengan sempurna," ujar Ustaz Gunawan dalam ceramahnya.

Ia menambahkan bahwa ibadah yang ideal harus mengandung tiga landasan utama, yaitu raja (harap), khauf (takut), dan mahabbah (cinta), dengan porsi cinta yang paling besar.

Lebih lanjut, Ustaz yang akarab disapa Uge itu mengajak para pendengar untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit seperti iri dan dengki yang dapat merusak pahala amal. Allah Swt hanya menerima ibadah dari hamba-Nya yang merendahkan diri, tunduk pada keagungan-Nya, dan tidak menyombongkan diri kepada sesama makhluk.

Ustaz Gunawan juga menyarankan agar umat Muslim bergabung dengan komunitas saleh untuk menjaga stabilitas iman selama Ramadan. Lingkungan yang baik akan membantu seseorang tetap konsisten dalam beribadah, baik saat berada di tengah keramaian maupun ketika sedang sendirian.

Menurutnya, menjaga kualitas salat dan zikir di waktu sunyi sering kali menjadi ujian kejujuran iman yang sesungguhnya bagi seorang hamba untuk membuktikan bahwa ia benar-benar menghamba hanya kepada Allah.

Sebagai penutup, ia menekankan bahwa keberhasilan Ramadan diukur dari seberapa besar transformasi karakter yang terjadi pada diri seseorang. Dengan menjaga ibadah tetap berlandaskan iman dan ihtisab, seorang Muslim akan meraih kemuliaan layaknya cahaya matahari dan mendapatkan perlindungan dari malaikat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....