Pentingnya Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak
- 16 Mar 2026 10:18 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe-RRI Lhokseumawe bekerja sama dengan Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe memggelar program Mutiara Pagi pada Minggu 15 Maret 2026 kemarin. Dalam tausiah tersebut membahas urgensi peran orang tua dalam membentuk karakter dan akhlak anak di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.
Acara yang disiarkan secara langsung melalui frekuensi Programa Satu FM 89,30 MHz dan kanal YouTube resmi ini menghadirkan Ustaz Taufikurrahmi sebagai narasumber. Ustaz Taufikurrahmi menekankan bahwa tanggung jawab mendidik anak merupakan kewajiban personal bagi setiap orang tua atau fardu ain. Ia merujuk pada firman Allah dalam Surah At-Tahrim ayat 6 yang memerintahkan umat beriman untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka.
Menurutnya, menjaga keluarga bukan sekadar memenuhi kebutuhan materi, melainkan memastikan anak-anak mendapatkan fondasi agama yang kuat agar selamat di dunia maupun akhirat.
Dalam pemaparannya, Ustaz Taufikurrahmi menjelaskan bahwa prioritas utama dalam pendidikan anak adalah penanaman adab sebelum ilmu pengetahuan lainnya.
Fenomena degradasi moral seperti tawuran, perundungan, hingga perilaku tidak hormat kepada orang tua sering kali berakar dari kurangnya kehadiran peran orang tua di rumah. Orang tua diminta untuk tidak abai dan selalu memberikan teladan yang baik dalam tutur kata maupun perbuatan sehari-hari.
"Pendidikan akhlak dan adab adalah prioritas utama. Jika anak lepas kontrol dari orang tua, mereka berisiko menjadi generasi yang sombong di masa depan. Orang tua memiliki beban moril untuk memastikan pendidikan agama anak-anak mereka tuntas," ujar Ustaz Taufikurrahmi dalam ceramahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa di akhirat kelak, orang tua akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah pendidikan yang diberikan kepada anak-anak mereka.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran strategis seorang ibu sebagai madrasah pertama bagi anak. Hubungan emosional yang terbangun sejak dini, terutama pada masa penyusuan, menjadi momentum emas untuk menanamkan nilai-nilai karakter.
Namun, sinergi antara ayah dan ibu tetap menjadi kunci keberhasilan dalam mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang santun layaknya tokoh-tokoh besar dan para nabi yang kisahnya abadi dalam Al-Qur'an.
Sebagai penutup, Ustaz Taufikurrahmi mengajak para orang tua yang merasa kurang memiliki kapasitas ilmu agama untuk tidak segan membawa anak-anak mereka ke majelis ilmu atau pesantren.
Hal ini penting agar anak tetap mendapatkan asupan rohani yang benar di bawah bimbingan para ulama dan kualitas pola asuh orangtua yang bagus demi masa depan generasi muda yang lebih baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....