Batasan Puasa Ramadan Menurut Surah Al-Baqarah 187

  • 15 Mar 2026 17:51 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Surah Al-Baqarah ayat 187 memiliki peran sentral dalam mengatur tata cara ibadah puasa Ramadan. Ayat ini memberikan kejelasan fundamental mengenai batasan waktu makan, minum, dan hubungan suami istri, yang menjadi landasan praktis bagi umat Muslim dalam menjalankan rukun Islam yang ketiga ini. Penjelasan yang terperinci dalam ayat ini bertujuan untuk memberikan kemudahan sekaligus kepastian hukum, mencegah keragu-raguan, dan memastikan ibadah dilakukan sesuai ketentuan Allah SWT.

Salah satu poin penting dalam ayat 187 adalah penetapan batas awal berpuasa yang sangat visual dan mudah dipahami, yaitu "hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." Perumpamaan "benang putih" dan "benang hitam" ini merujuk pada fenomena alam munculnya cahaya fajar sadiq di cakrawala timur yang memisahkan diri dari gelapnya malam.

Penegasan ini mengakhiri masa diperbolehkannya makan, minum, dan hubungan biologis, menandai dimulainya waktu penahanan diri (imsak) yang wajib ditaati hingga terbenamnya matahari.

Selain mengatur batas awal puasa, ayat 187 juga menetapkan durasi puasa yang harus disempurnakan "sampai malam." Waktu malam di sini dimulai sejak terbenamnya matahari (waktu Maghrib), yang menjadi momen berbuka puasa. Ayat ini juga memberikan penegasan khusus bagi mereka yang sedang melaksanakan itikaf di masjid, di mana mereka dilarang melakukan hubungan suami istri meskipun di malam hari, demi menjaga kekhusyukan dan kesucian ibadah tersebut. Larangan ini menunjukkan kedisiplinan yang tinggi dalam menjalankan batasan Allah (Hududullah).

Secara keseluruhan, Surah Al-Baqarah ayat 187 bukan sekadar kumpulan aturan, melainkan wujud rahmat dan petunjuk Allah bagi hamba-Nya. Dengan menetapkan batasan yang jelas, ayat ini membantu umat Muslim menjalankan puasa dengan penuh keyakinan dan kedisiplinan.

Ayat ini juga mengingatkan manusia untuk tidak mendekati, apalagi melanggar, batas-batas hukum Allah, sehingga ibadah puasa dapat dilaksanakan dengan sempurna dan mencapai tujuannya, yaitu meningkatkan ketakwaan kepada-Nya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....