Puasa sebagai Sarana Pengendalian Diri
- 13 Mar 2026 22:47 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Lhokseumawe-Program tausiah jelang berbuka puasa bertajuk Tafakur yang diselengggarakan Pro Satu RRI Lhokseumawe bekerja sama dengan Kantor Kemenag Lhokseumawe edisi Jumat, 13 Maret 2026 menghadirkan penceramah Ustadz T. Zulkarnaini, S.H. Dalam ceramahnya Ustadz Zulkarnaini mengulas hikmah di balik pelaksanaan ibadah puasa bagi umat Islam.
Dalam pemaparannya, Ustadz T. Zulkarnaini menjelaskan bahwa bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Menurutnya, Ramadan merupakan madrasah spiritual yang menjadi sarana pendidikan bagi manusia untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ia menuturkan bahwa ibadah puasa dapat diibaratkan sebagai training center bagi setiap hamba dalam pengendalian diri. Melalui proses tersebut, seseorang diajarkan untuk menahan berbagai godaan duniawi serta membangun kesadaran spiritual yang lebih kuat.
“Puasa merupakan latihan bagi manusia untuk memiliki self-control yang baik. Melalui ibadah ini, setiap individu dilatih agar mampu mengendalikan diri dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Ustadz T. Zulkarnaini.
Selain pengendalian diri, ia juga menekankan bahwa puasa berperan penting dalam membentuk karakter kejujuran. Menurutnya, orang yang berpuasa akan merasa selalu diawasi oleh Tuhan sehingga terdorong untuk menjaga sikap dan perilaku dalam setiap aktivitas.
“Puasa membentuk kita menjadi insan yang jujur karena kita meyakini bahwa di mana pun berada, Allah selalu melihat dan mengawasi apa yang kita kerjakan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa puasa juga mengajarkan sikap qanaah, yakni merasa cukup atas rezeki yang diberikan. Pengalaman saat berbuka puasa menunjukkan bahwa manusia sering kali sudah merasa cukup hanya dengan segelas air dan sedikit makanan, meskipun sebelumnya memiliki keinginan untuk mengonsumsi berbagai hidangan.