Ustadz Khairunnasri Ingatkan Bahaya Hati Mati pada Manusia

  • 11 Mar 2026 23:51 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Ustadz Khairunnasri mengingatkan mengenai bahaya kondisi spiritual yang dikenal sebagai “hati yang mati”. Hal tersebut disampaikan dalam program “Mutiara Pagi” yang disiarkan Pro Satu RRI Lhokseumawe edisi Rabu, 11 Maret 2026.

Dalam tausiah tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga kepekaan hati agar tetap mampu menerima kebenaran dan petunjuk dari Allah Swt. Menurut Ustadz Khairunnasri, hati yang mati adalah kondisi ketika seseorang tidak lagi mengenal Rabb-nya serta enggan menjalankan perintah-perintah-Nya.

Ia menjelaskan bahwa orang yang mengalami kondisi ini cenderung mengikuti hawa nafsu dan kesenangan duniawi tanpa mempertimbangkan rida maupun murka Allah. “Hati yang mati membuat manusia berjalan hanya mengikuti nafsunya dan melupakan tujuan hidup yang sebenarnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hati yang telah membeku tidak lagi mampu menerima cahaya kebaikan dan kebenaran. Bahkan, seseorang dengan hati yang mati sering kali tidak dapat membedakan antara yang hak dan batil, meskipun memiliki kedudukan, gelar akademik tinggi, atau kekayaan yang melimpah.

Dalam tausiahnya, Ustadz Khairunnasri juga mengutip ayat Al-Qur'an Surah Al-A'raf ayat 179, yang menjelaskan bahwa neraka Jahanam akan dipenuhi oleh jin dan manusia yang tidak menggunakan tiga instrumen penting dalam dirinya.

Instrumen tersebut adalah hati yang tidak digunakan untuk merasakan kebenaran, telinga yang tidak digunakan untuk mendengar petunjuk, serta mata yang tidak digunakan untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah.

“Mereka itu seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi, karena tidak menggunakan hati, telinga, dan mata untuk memahami kebenaran,” kata Ustadz Khairunnasri dalam ceramahnya.

Ia menambahkan bahwa manusia seharusnya memiliki kesadaran spiritual yang lebih tinggi dibandingkan makhluk lain karena dianugerahi akal dan hati. Sebagai contoh, ia menyinggung nikmat luar biasa yang sering dilupakan manusia, yaitu kinerja jantung.

Menurutnya, jantung manusia dapat berdetak sekitar 100.000 kali dalam sehari tanpa bantuan baterai, listrik, maupun bahan bakar eksternal. Dalam setahun, jumlah detakan itu mencapai sekitar 36 juta kali, dan selama puluhan tahun hidup manusia telah menikmati miliaran detakan tanpa pernah diminta bayaran.

Melalui tausiah tersebut, Ustadz Khairunnasri mengajak masyarakat untuk senantiasa bersyukur serta menjaga hati agar tetap hidup dengan memperbanyak ibadah dan mengingat Allah.

“Kesadaran akan nikmat Allah seharusnya mendorong kita untuk memperbaiki kualitas ibadah dan kepribadian, agar tidak termasuk orang yang hatinya mati,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....