Memahami Tanda Alam dan Rahasia Malam Lailatul Qadar

  • 10 Mar 2026 21:14 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kantor Kementerian Agama Kota Lhokseumawe bekerja sama dengan RRI Pro 1 Lhokseumawe menggelar program edukasi religi bertajuk "Tafakur" melalui frekuensi FM 89,3 MHz. Acara yang disiarkan langsung pada pukul 18.15 hingga 18.30 WIB ini menghadirkan Ustadz Syamsuddin, S.HI. untuk memberikan pemahaman mendalam tentang fenomena Lailatul Qadar. Diskusi ini bertujuan memberikan panduan bagi warga dalam mengisi bulan suci Ramadan.

Ustadz Syamsuddin menjelaskan secara rinci mengenai pembagian tugas para malaikat pada malam tersebut yang dicatat dalam takdir tahunan. Malaikat Mikail bertugas mengatur rezeki dan tumbuh-tumbuhan, sementara Malaikat Israfil mengatur angin serta hujan yang akan terjadi sepanjang tahun. Pembagian tugas ini menunjukkan betapa krusialnya malam Lailatul Qadar sebagai malam penetapan urusan seluruh mahluk di muka bumi.

Selain aspek spiritual, narasumber juga membagikan informasi mengenai tanda-tanda fisik saat terjadinya malam Lailatul Qadar menurut pandangan para ulama. Salah satu tandanya adalah suasana malam yang terasa sangat sunyi dan tenang, bahkan suara binatang pun tidak terdengar. Selain itu, kondisi udara pada malam tersebut tidak terasa terlalu panas dan tidak juga terasa terlalu dingin, menciptakan kedamaian yang luar biasa.

Fenomena menarik lainnya dapat diamati pada pagi hari setelah malam Lailatul Qadar berlalu. Ustadz Syamsuddin menyebutkan bahwa cahaya matahari di pagi harinya cenderung tampak putih namun tidak menyilaukan mata. Hal ini secara filosofis dimaknai sebagai momen kembalinya para malaikat dari bumi menuju tempat asalnya setelah sepanjang malam memberikan salam keselamatan kepada manusia yang beribadah.

Melalui program ini, masyarakat diingatkan bahwa Ramadan adalah ladang untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan bekal di masa depan. Ustadz Syamsuddin berpesan agar umat Islam tidak hanya fokus mencari tanda-tandanya, tetapi lebih fokus pada konsistensi ibadah. Dengan memahami hakikat malam mulia ini, diharapkan kualitas spiritual masyarakat Lhokseumawe dan sekitarnya semakin meningkat di akhir Ramadan tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....