Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan: Berikut Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

  • 10 Mar 2026 10:17 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan merupakan periode yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada waktu inilah umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Penjelasan mengenai keutamaan dan amalan pada masa ini juga disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat dalam ceramahnya yang ditayangkan pada 20 Maret 2025 di kanal YouTube @AdiHidayatOfficial.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan fase puncak dari seluruh rangkaian ibadah di bulan Ramadhan. Jika awal Ramadhan menjadi masa penyesuaian dan pertengahan Ramadhan adalah masa menjaga konsistensi, maka sepuluh malam terakhir adalah waktu bagi seorang muslim untuk memaksimalkan ibadahnya.

Penjelasan ini merujuk pada teladan Muhammad yang diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar tentang kebiasaan Nabi pada akhir Ramadhan.

Hadits tentang Amalan Nabi di 10 Malam Terakhir

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ مِنْ رَمَضَانَ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ.

“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, Nabi SAW mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” Hadits ini diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari No. 2024 dan Sahih Muslim No. 1174.

Hadis ini menunjukkan bagaimana Rasulullah meningkatkan kesungguhan ibadahnya ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, karena wujudnya atau datangnya malam Lailatul Qadar, dalam Al-Qur’an surah Al-Qadr dijelaskan bahwa malam ini lebih baik dari seribu bulan atau setara 83 tahun ibadah.

Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29. Karena waktunya tidak diketahui secara pasti, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan seluruh malam terakhir Ramadhan dengan ibadah agar tidak melewatkan kesempatan mendapatkan malam yang penuh keberkahan tersebut.

Amalan yang Dianjurkan pada 10 Malam Terakhir

Dalam kanal youtube @AdiHidayatOfficial tersebut, Ustadz Adi Hidayat juga menjelaskan beberapa amalan yang dianjurkan untuk dihidupkan selama sepuluh malam terakhir Ramadhan.

1. Qiyamul Lail

Shalat malam seperti tarawih, tahajud, dan witir merupakan ibadah utama yang sangat dianjurkan pada malam-malam terakhir Ramadhan.

2.Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur’an. Oleh karena itu, memperbanyak tilawah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan.

3. Dzikir dan Istighfar

Memperbanyak dzikir dan memohon ampun kepada Allah merupakan cara untuk membersihkan hati serta mendekatkan diri kepada-Nya.

4. Memperbanyak Doa

Salah satu doa yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar adalah:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai memaafkan, maka maafkanlah aku.”

5. I’tikaf di Masjid

Ustadz Adi Hidayat juga menjelaskan bahwa Rasulullah melakukan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, yaitu berdiam di masjid untuk fokus beribadah dan menjauhkan diri dari kesibukan dunia.

Hikmah Menghidupkan 10 Malam Terakhir

Dalam ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa tidak diberitahukannya secara pasti kapan terjadinya Lailatul Qadar memiliki hikmah besar. Hal ini mendorong umat Islam untuk bersungguh-sungguh dalam ibadah pada banyak malam, tidak hanya mengandalkan satu malam tertentu, serta meningkatkan kualitas ibadah hingga akhir Ramadhan. Dengan demikian, sepuluh malam terakhir menjadi kesempatan besar bagi setiap muslim untuk meraih ampunan dan keberkahan dari Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....