Presma Terpilih UIN SUNA Pimpin Ibadah di Pengungsian
- 10 Mar 2026 01:46 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara – Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti tenda pengungsian korban banjir di Desa Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara.
Di tengah keterbatasan fasilitas dan situasi darurat, para pengungsi tetap menjalani ibadah Ramadhan dengan khusyuk bersama mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe.
Presiden Mahasiswa (Presma) terpilih UIN SUNA, Fauzan Azima, memimpin langsung rangkaian ibadah bersama para pengungsi. Kegiatan ini merupakan inisiatif organisasi mahasiswa (ORMAWA) UIN SUNA sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir.
Kebersamaan dimulai dengan buka puasa bersama yang berlangsung sederhana namun penuh makna. Mahasiswa, relawan, serta para pengungsi duduk berdampingan di bawah tenda darurat, menikmati hidangan berbuka puasa yang disiapkan secara gotong royong.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat Maghrib dan Isya berjamaah serta doa bersama yang dipimpin langsung oleh Fauzan Azima. Meski berada di tenda pengungsian dengan fasilitas terbatas, para pengungsi tetap mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan.
Fauzan Azima menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa bukan hanya untuk memberikan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan serta penguatan spiritual bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Ramadhan adalah bulan kepedulian dan kebersamaan. Kehadiran kami di tenda pengungsian ini diharapkan dapat menghadirkan semangat dan sedikit kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan bencana banjir,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bukti kekompakan organisasi kemahasiswaan di lingkungan UIN SUNA yang bersatu dalam aksi kemanusiaan.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat mereka sedang menghadapi kesulitan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya aktif di ruang akademik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Semoga kebersamaan ini mampu menguatkan hati para pengungsi dalam menghadapi cobaan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa berharap dapat memberikan dukungan moril kepada para korban banjir serta menumbuhkan nilai solidaritas, kepedulian sosial, dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Di bawah tenda pengungsian yang sederhana, semangat Ramadhan tetap terasa hangat—menjadi penguat harapan bagi para pengungsi untuk bangkit kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....