Makna Nuzulul Quran: Momentum Umat Islam Mendekatkan Diri kepada Al-Quran
- 06 Mar 2026 16:18 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Memasuki malam ke-17 Ramadan, umat Muslim memperingati peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu Nuzulul Quran, hari ketika Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Momen ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Quran sebagai pedoman hidup.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Tgk. Mukhtar Usman kepada RRI, Tgk. Mukhtar Usman menjelaskan bahwa secara bahasa, Nuzulul Quran berarti “menurunkan sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah”. Sementara secara istilah, Nuzulul Quran merujuk pada peristiwa turunnya Al-Quran dari Lauhul Mahfuz ke bumi melalui perantaraan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada 17 Ramadan tahun 610 Masehi di Gua Hira, ketika Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun. Wahyu pertama yang diterima adalah Surah Al-Alaq ayat 1–5, yang diawali dengan perintah “Iqra” atau “Bacalah”.
“Al-Quran kemudian diturunkan secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia,” jelas Tgk. Mukhtar Usman.
Keistimewaan Malam Nuzulul Quran
Tgk. Mukhtar Usman juga menyampaikan beberapa keutamaan malam Nuzulul Quran yang patut dimanfaatkan umat Muslim untuk meningkatkan ibadah.
| Baca juga: Safari Ramadhan Perkuat Sinergi Aceh Langsa |
Pertama, malam ini memiliki kemuliaan yang sangat besar. Dalam Al-Quran, tepatnya Surah Al-Qadr ayat 3, disebutkan bahwa malam kemuliaan lebih baik daripada seribu bulan.
Kedua, malam tersebut dipenuhi dengan keberkahan. Allah SWT melimpahkan rahmat dan kebaikan bagi hamba-Nya yang memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Ketiga, pada malam yang penuh kemuliaan ini para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi dengan membawa berbagai urusan atas izin Allah SWT.
| Baca juga: Ustadz Muhadar Kupas Hikmah Puasa Ramadhan |
Keempat, malam tersebut menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, disebutkan bahwa siapa saja yang menghidupkan malam kemuliaan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Kelima, malam itu juga menjadi waktu di mana berbagai ketetapan Allah terkait urusan manusia dijalankan dengan penuh hikmah.
Menghidupkan Al-Quran dalam Kehidupan
Terakhir Ustadz Tgk. Mukhtar Usman mengajak untuk tidak hanya memperingati Nuzulul Quran secara seremonial, tetapi menjadikannya sebagai momentum untuk memperbaiki hubungan dengan Al-Quran.
Menurutnya, Al-Quran tidak hanya dibaca, tetapi juga harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup adalah hal yang mutlak jika kita ingin memperoleh keselamatan di dunia dan di akhirat. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita di jalan yang benar,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....