Generasi Muda diminta Jaga Nilai Positif Tradisi Bukber
- 03 Mar 2026 11:37 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Tradisi buka puasa bersama atau bukber di bulan suci Ramadan dinilai menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi. Namun, kegiatan tersebut juga diingatkan agar tetap berada dalam koridor nilai-nilai agama dan norma sosial.
Salah satu Tokoh muda Lhokseumawe, Rahmadi M. Ali, mengatakan bahwa bukber merupakan tradisi yang telah berlangsung bertahun-tahun dan diikuti berbagai kalangan, baik kaum muda maupun orang tua.
“Tradisi ini tentu memiliki nilai positif, terutama dalam mempererat jalinan silaturahmi. Kita berharap buka bersama ini benar-benar dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat hubungan antarsesama, bukan sebaliknya,” ujarnya. Selasa 3 Maret 2026.
Menurut Rahmadi, Ramadan seharusnya menjadi bulan yang semakin menguatkan hubungan manusia dengan sesama dan juga dengan Allah SWT. Ia berharap kegiatan bukber tidak sekadar menjadi agenda makan bersama, melainkan tetap menjaga esensi ibadah.
Ia juga menyoroti adanya potensi nilai negatif yang kerap muncul dalam tren bukber, seperti percampuran laki-laki dan perempuan tanpa batasan yang jelas, serta pelaksanaan kegiatan yang terlalu mepet dengan waktu salat Maghrib dan Isya.
“Waktunya sangat singkat antara Maghrib dan Isya. Jangan sampai karena buka bersama, ada yang lalai melaksanakan salat Maghrib berjamaah atau tidak melanjutkan dengan salat Isya dan Tarawih,” tegasnya.
Rahmadi berharap generasi muda mampu melihat bukber dari sisi positif dan menghindari hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah di bulan Ramadan. Ia menekankan pentingnya menjaga adab pergaulan serta memastikan ibadah tetap menjadi prioritas utama.
Terkait pengawasan, Rahmadi menilai peran orang tua sangat penting dalam mengontrol aktivitas anak-anaknya. Orang tua diharapkan mengetahui dengan siapa anaknya berbuka, di mana lokasi kegiatan, serta memastikan pelaksanaan salat tetap terjaga.
“Kontrol pertama tentu dari orang tua. Bahkan akan lebih baik jika ada jadwal buka bersama keluarga, sehingga Ramadan juga menjadi momentum mempererat komunikasi dalam keluarga,” katanya.
Selain itu, ia juga berharap pemerintah dapat berperan dengan menyediakan fasilitas ruang terbuka yang tertib dan aman untuk kegiatan bukber. Pengawasan terhadap ketertiban umum serta pengaturan jam operasional tempat usaha seperti warung kopi dan kafe juga dinilai penting agar kegiatan tetap kondusif.
Dengan demikian, Rahmadi berharap tradisi bukber di Lhokseumawe tetap eksis sebagai tren positif yang menambah nilai ibadah dan memperkuat kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....