Pemuda Jadi Motor Syiar Ramadan di Lhokseumawe

  • 28 Feb 2026 13:49 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe – Semangat anak muda dalam menghidupkan syiar Ramadan kembali menjadi topik hangat dalam program HP Aneuk Muda (Haba Puasa Aneuk Muda) yang menghadirkan Ustadz Mandala Syahputra sebagai narasumber. Dalam obrolan santai namun sarat makna itu, ustadz menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai penggerak kegiatan keagamaan di tengah masyarakat, khususnya selama bulan suci.

Menurut Ustadz Mandala, Ramadan adalah momentum emas bagi generasi muda untuk tampil dan mengambil peran. “Anak muda itu punya energi, kreativitas, dan jaringan pertemanan yang luas. Kalau diarahkan dengan baik, mereka bisa menghidupkan masjid dan membuat syiar Islam terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menilai, kegiatan seperti kajian tematik, tadarus bersama, hingga berbagi takjil bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari dakwah yang nyata.

Dalam dialog tersebut juga dibahas fenomena dakwah digital yang semakin digandrungi generasi muda. Ustadz Mandala menilai media sosial bisa menjadi sarana syiar yang efektif, asalkan tetap menjaga adab dan niat. “Posting kegiatan boleh saja, selama bukan untuk pamer. Niatnya harus tetap karena Allah, bukan karena ingin dilihat orang,” pesannya.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan agar setiap aktivitas Ramadan bernilai ibadah.

Tak hanya itu, ustadz juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar komunitas pemuda di Lhokseumawe. Menurutnya, Ramadan bukan ajang menunjukkan siapa yang paling aktif, tetapi bagaimana bersama-sama menciptakan suasana yang hangat dan penuh kepedulian. Program santunan, buka puasa bersama, hingga diskusi keislaman dinilai mampu mempererat ukhuwah dan membangun empati sosial di kalangan generasi muda.

Menariknya, Ustadz Mandala menyebut bahwa keterlibatan pemuda dalam kegiatan Ramadan juga menjadi proses pembentukan karakter. Dari situ lahir jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, hingga kemampuan bekerja dalam tim. “Ramadan itu bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tapi latihan menjadi pribadi yang lebih matang dan bermanfaat,” tambahnya.

Melalui program HP Aneuk Muda, pesan yang ingin ditegaskan jelas: syiar Ramadan bukan hanya tugas para ustadz atau tokoh agama, tetapi juga tanggung jawab bersama, termasuk anak muda. Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan niat yang lurus, generasi muda Lhokseumawe diharapkan mampu menjadikan Ramadan sebagai ruang tumbuh, berbagi, dan menebar kebaikan bagi masyarakat luas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....