Maknai Ramadhan Lebih dari Sekadar Puasa

  • 26 Feb 2026 14:57 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Memasuki bulan suci Ramadhan, umat Islam diingatkan agar tidak memaknai puasa sebatas menahan lapar dan dahaga. Hal ini disampaikan Ustadz Fadli Idris dalam program siaran Tafakkur di Pro 1 RRI Lhokseumawe Rabu, 25 Februari 2026.

Ustadz Fadli menegaskan bahwa esensi puasa merupakan bentuk ketaatan total kepada Allah SWT yang mencakup pembersihan lahir dan batin, serta pengendalian diri secara menyeluruh.

Ustadz Fadli mengatakan tentang banyaknya orang yang berpuasa, namun tidak memperoleh apa-apa selain rasa lapar dan haus. Ia mengajak untuk mengevaluasi kualitas ibadah yang dijalankan selama Ramadhan. “Jangan sampai kita hanya mendapatkan lapar dan haus saja. Ramadhan adalah bulan latihan atau madrasah untuk melatih pikiran, fisik, dan hati agar menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, puasa sejatinya menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan spiritual, serta peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ustadz Fadli mengibaratkan kehidupan manusia di dunia sebagai seorang musafir atau perantau. Ramadhan, menurutnya merupakan momentum berharga untuk mengumpulkan bekal amal sebelum kembali kepada kehidupan yang kekal di akhirat.

“Kita di dunia ini adalah musafir. Seperti perantau yang ingin pulang kampung dengan membawa banyak harta dan kebahagiaan, demikian pula kita seharusnya menyiapkan amal saleh sebagai bekal untuk kembali kepada Allah,” jelasnya.

Lanjutnya, menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sementara amal ibadah menjadi investasi utama bagi kehidupan akhirat.

Selain itu, Ustadz Fadli mengingatkan agar setiap detik di bulan Ramadhan dimanfaatkan untuk memperbanyak amal ibadah. Ia mendorong agar terus meningkatkan ibadah ubudiyah, seperti memperbanyak tadarus Al-Qur’an, bahkan menargetkan minimal tiga kali khatam selama bulan suci.

Menurutnya, setiap kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya hingga ratusan kali lipat. Karena itu, kesibukan duniawi tidak seharusnya melalaikan umat dari keberkahan malam-malam Ramadhan maupun ibadah di siang hari.

“Mari kita manfaatkan sisa umur dan kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk benar-benar mengabdi dan meningkatkan ketakwaan,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....