Puasa di Murmansk: Puasa Terpendek dan Terpanjang
- 25 Feb 2026 11:58 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Ramadan selalu menghadirkan kisah yang berbeda di setiap belahan dunia. Di Indonesia, kita terbiasa berpuasa sekitar 13 jam dengan waktu siang dan malam yang relatif stabil sepanjang tahun. Namun bayangkan jika anda tinggal di kota yang mataharinya tidak pernah tenggelam selama berminggu-minggu, atau sebaliknya tidak pernah terbit sama sekali. Kota itu benar-benar ada, namanya Murmansk. Murmansk adalah kota pelabuhan yang terletak di barat laut Rusia, tepat di atas Lingkar Arktik. Letaknya yang sangat utara menjadikan kota ini mengalami fenomena alam yang ekstrem yaitu matahari tengah malam saat musim panas dan malam kutub saat musim dingin. Fenomena ini bukan sekadar perbedaan waktu siang yang lebih panjang atau lebih pendek, melainkan perbedaan yang bisa mencapai hampir 24 jam penuh.
Ketika Ramadan jatuh pada musim panas, Murmansk memasuki periode yang dikenal sebagai “midnight sun”. Pada masa ini, matahari tetap bersinar bahkan pada tengah malam. Langit memang bisa sedikit meredup, tetapi tidak pernah benar-benar gelap. Dalam kondisi seperti itu, durasi siang dapat berlangsung hampir sepanjang hari. Jika mengikuti pergerakan matahari secara literal, waktu puasa bisa mencapai lebih dari 20 jam, bahkan mendekati 24 jam.
Tentu saja, kondisi ini menjadi tantangan fisik yang berat. Tubuh manusia memiliki batas daya tahan terhadap rasa haus dan kurang tidur, terlebih ketika cahaya terus hadir dan ritme biologis terganggu. Namun Islam adalah agama yang memberikan kemudahan, bukan kesulitan. Para ulama dan lembaga fatwa internasional telah membahas persoalan ini. Umat Muslim di wilayah seperti Murmansk diperbolehkan mengikuti jadwal puasa dari kota lain yang memiliki waktu siang dan malam lebih seimbang, atau mengikuti waktu di Makkah sebagai rujukan. Prinsip yang dipegang adalah menghindari mudarat dan tetap menjaga esensi ibadah.
Sebaliknya, ketika Ramadan datang pada musim dingin, Murmansk memasuki fase “polar night”. Pada periode ini, matahari tidak muncul sama sekali selama beberapa minggu. Siang hari hanya berupa cahaya redup di ufuk, atau bahkan gelap sepanjang hari. Dalam kondisi seperti ini, durasi puasa bisa menjadi sangat singkat jika dihitung berdasarkan waktu terbit dan terbenamnya matahari. Terkadang hanya beberapa jam saja. Meski terdengar lebih ringan dari sisi durasi, tantangan musim dingin tetap ada. Suhu dapat turun hingga puluhan derajat di bawah nol, dan ketiadaan cahaya matahari membuat suasana terasa panjang dan sunyi. Penentuan waktu salat dan puasa pun tidak lagi mengandalkan pengamatan langsung, melainkan perhitungan astronomi yang akurat.
Fenomena ekstrem di Murmansk terjadi karena kemiringan sumbu bumi sekitar 23,5 derajat. Saat belahan bumi utara condong ke arah matahari, wilayah dekat kutub menerima sinar tanpa henti. Sebaliknya, ketika condong menjauh, matahari seakan menghilang dari cakrawala. Semakin dekat suatu wilayah ke kutub, semakin drastis perubahan panjang siang dan malamnya.
Kisah puasa di Murmansk mengajarkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang ketakwaan yang adaptif terhadap kondisi. Syariat Islam memiliki fleksibilitas yang mempertimbangkan realitas geografis dan kemampuan manusia. Tidak ada paksaan untuk menjalankan ibadah di luar batas yang membahayakan.
Bagi kita yang tinggal di daerah tropis, cerita dari Murmansk menjadi pengingat bahwa durasi puasa yang relatif stabil adalah nikmat tersendiri. Di saat kita mengeluh karena cuaca panas atau waktu berbuka yang terasa lama, ada saudara Muslim di belahan bumi lain yang menghadapi tantangan jauh lebih ekstrem.
Ramadan selalu membawa pesan universal, kesabaran, keseimbangan, dan rahmat. Baik di bawah matahari yang tak pernah tenggelam maupun di tengah malam yang tak berujung, semangat ibadah tetap menemukan jalannya. Itulah keindahan Islam yang mampu hidup dan tumbuh di setiap sudut bumi, termasuk di kota paling utara seperti Murmansk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....