Kendalikan Nafsu, Jalan menuju Syurga

  • 24 Feb 2026 15:35 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Menahan hawa nafsu merupakan perjuangan terbesar bagi setiap manusia karena menjadi “musuh dalam selimut” yang paling sulit dikendalikan. Hal tersebut disampaikan Ustadz Tgk. Nurdin Idris dalam siaran Kuliah Sahur di Pro 1 RRI Lhokseumawe pada Senin, 23 Februari 2026.

Dengan mengutip ayat Al-Qur’an, Ustadz Nurdin Idris menjelasan bahwa siapa saja yang takut kepada kebesaran Allah SWT dan mampu menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka syurga akan menjadi tempat tinggalnya. Ia menegaskan bahwa pengendalian hawa nafsu merupakan kunci utama dalam membentuk ketakwaan seorang Muslim.

Hawa nafsu memiliki sifat yang unik sekaligus berbahaya. Berbeda dengan setan yang merupakan musuh dari luar, nafsu adalah musuh dari dalam diri manusia yang sering kali tidak disadari, bahkan cenderung diikuti.

“Nafsu adalah musuh yang sangat disenangi dan dicintai. Ketika seseorang terlalu mencintai nafsunya, ia akan sulit melihat keburukan dalam dirinya sendiri,” ujarnya.

Ia mengibaratkan nafsu seperti anak kecil yang akan terus menuntut keinginannya jika tidak dididik dengan baik. Apabila tidak dikendalikan sejak awal, nafsu akan terus menguasai diri hingga dewasa.

Menurutnya, sejarah juga menunjukkan bahwa kehancuran manusia kerap berawal dari hawa nafsu, seperti keangkuhan Iblis, kesalahan Nabi Adam AS, hingga peristiwa pembunuhan Habil oleh Qabil.

Tiga Cara Mengendalikan Hawa Nafsu

Merujuk pada kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali yang menjelaskan bahwa hawa nafsu tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, melainkan harus dikendalikan melalui beberapa cara berikut:

1. Mengurangi makan melalui puasa – Ibadah puasa dapat melemahkan kekuatan nafsu, baik secara fisik maupun rohani.

2. Memperbanyak ibadah – Aktivitas ibadah menjadi sarana melatih disiplin diri dan memperkuat keimanan.

3. Memohon pertolongan Allah SWT – Doa dan istighfar menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi godaan hawa nafsu.

Ramadhan sebagai Momentum Melatih Ketakwaan

Sebagai penutup, Ustadz Nurdin Idris menegaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik bagi umat Islam untuk melatih diri menjadi pribadi yang bertakwa melalui pengendalian hawa nafsu secara berkelanjutan.

“Ramadhan adalah kesempatan terbaik untuk melatih diri mengendalikan nafsu agar menjadi insan yang lebih bertakwa dan semakin dekat kepada Allah SWT,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....