Kiat Konsistensi Menjaga Ibadah Demi Keberkahan Bulan Ramadhan

  • 23 Feb 2026 13:43 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Menjaga semangat ibadah agar tetap stabil dari awal hingga akhir bulan suci menjadi tantangan besar bagi banyak umat Muslim. Menanggapi fenomena "semangat musiman" tersebut, program Dialog Ramadhan RRI Pro 1 Lhokseumawe menghadirkan ulasan mendalam bersama narasumber Ustadz Mustafa Kamal, M.Sos, Senin 23 Februari 2026. Ustadz Mustafa menekankan bahwa kunci utama meraih keberkahan bukanlah pada besarnya amalan di awal saja, melainkan pada aspek Istiqomah atau konsistensi hingga akhir Ramadhan.

Banyak masyarakat yang menggebu-gebu di minggu pertama, namun mulai surut di pertengahan bulan karena kelelahan fisik atau kesibukan duniawi. "Keberkahan itu sifatnya ziyadatul khair, yakni bertambahnya kebaikan. Jika kualitas ibadah kita menurun di tengah jalan, maka kita berisiko kehilangan momentum terbaik di penghujung Ramadhan, terutama malam Lailatul Qadar," jelasnya di Studio RRI Lhokseumawe, FM 89.3 MHz.

Ustadz Mustafa membagikan tiga kiat praktis bagi pendengar untuk menjaga ritme ibadah:

1. Evaluasi Niat Secara Harian: Mengingatkan diri sendiri setiap pagi tentang tujuan utama berpuasa agar motivasi tidak luntur.

2. Manajemen Target yang Realistis: Lebih baik melakukan amalan kecil namun rutin (seperti sedekah subuh atau tadarus dua lembar sehari) daripada amalan besar yang hanya dilakukan sekali.

3. Lingkungan yang Mendukung: Membatasi distraksi negatif dan bergabung dengan komunitas atau lingkungan yang saling mengingatkan dalam kebaikan.

Sebagai seorang pakar di bidang sosial (M.Sos), beliau juga menambahkan bahwa konsistensi ibadah ritual harus dibarengi dengan konsistensi sosial. Menjaga lisan dan kesabaran di tempat kerja atau media sosial selama sebulan penuh adalah bentuk istiqomah yang nyata. "Ramadhan adalah madrasah atau sekolah. Ujian kelulusannya bukan di hari pertama, tapi bagaimana kita tetap tegak beribadah hingga fajar Syawal tiba," pungkasnya dalam closing statement. Dialog interaktif ini diharapkan dapat memotivasi warga Lhokseumawe dan sekitarnya untuk tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi menjaga keberlanjutan ibadah demi meraih keberkahan yang hakiki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....