Ustadz Damanhur Abbas Bedah Transformasi "Homo Islamicus" Ramadhan
- 22 Feb 2026 19:41 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Program Dialog Ramadhan yang menghadirkan narasumber inspiratif, Ustadz Damanhur Abbas, di siarkan Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 1 Lhokseumawe Minggu 22 Februari 2026. Acara yang dipandu oleh host Yuna ini mengangkat tema krusial mengenai pergeseran perilaku manusia dari Homo Economicus menjadi Homo Islamicus. Diskusi ini bertujuan memberikan perspektif baru bagi pendengar dalam memaknai bulan suci sebagai momentum perubahan karakter yang lebih substansial dan spiritual.
Dalam pemaparannya, Ustadz Damanhur menjelaskan bahwa sifat dasar Homo Economicus yang cenderung materialistik dan mementingkan keuntungan pribadi harus diredam selama bulan puasa. Ramadhan menjadi laboratorium bagi umat Muslim untuk melatih sifat Homo Islamicus yang lebih mengedepankan etika, keberkahan, dan kepedulian sosial. Transformasi ini dianggap penting agar nilai-nilai ibadah tidak hanya berhenti pada ritual menahan lapar dan dahaga semata, tetapi berdampak pada perilaku ekonomi.
Isu konsumerisme yang sering melonjak tajam selama bulan suci juga menjadi sorotan utama dalam dialog interaktif tersebut. Ustadz Damanhur menekankan bahwa esensi puasa adalah pengendalian diri, termasuk dalam mengelola keuangan dan konsumsi sehari-hari agar tidak terjebak pada pemborosan. Pendengar diajak untuk mulai mempraktikkan konsep Qana’ah atau merasa cukup, sehingga alokasi dana bisa dialihkan untuk kegiatan produktif dan berbagi kepada sesama yang membutuhkan.
Dialog yang berlangsung di frekuensi FM 89.3 MHz ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Lhokseumawe dan sekitarnya melalui interaksi telepon. Di akhir sesi, disimpulkan bahwa keberhasilan Ramadhan diukur dari seberapa konsisten seseorang membawa karakter Homo Islamicus ke dalam kehidupan sehari-hari pasca Lebaran. Acara ini diharapkan mampu memicu kesadaran kolektif untuk membangun ekonomi yang lebih berkeadilan dan berlandaskan nilai-nilai syariat di tengah tantangan modernitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....