Ustadz Muhadar: Ramadhan Bulan Penuh Berkah

  • 19 Feb 2026 22:33 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, kita diajak untuk tidak hanya menjalankan rutinitas ibadah, tetapi juga memahami keistimewaan dan keagungan yang terkandung di dalamnya. Hal tersebut disampaikan Ustadz Muhadar dalam program “Tafakur” yang disiarkan Pro 1 RRI Lhokseumawe pada Kamis, 19 Februari 2026.

Ustadz Muhadar menegaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan istimewa yang memiliki berbagai keutamaan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya. Ia menyebut Ramadhan sebagai Syahrullah atau Bulan Allah yang dimuliakan dengan berbagai keberkahan.

Bulan Al-Qur’an dan Kedekatan Spiritual

Ustadz Muhadar menjelaskan bahwa salah satu keagungan terbesar Ramadhan adalah statusnya sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Ia mengajak umat Islam untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an, terutama dengan meneladani Rasulullah SAW yang sangat dekat dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan, khususnya pada sepuluh malam terakhir.

“Memuliakan Ramadhan adalah dengan akrabnya kita dengan Al-Qur’an,” ujar Ustadz Muhadar.

Ia juga membagikan tips praktis agar umat Islam dapat mengkhatamkan Al-Qur’an, di antaranya dengan memanfaatkan waktu sebelum dan sesudah shalat lima waktu serta menghidupkan malam dengan shalat sunnah.

Pintu Surga Terbuka, Kesempatan Tobat Diperluas

Mengutip hadis Rasulullah SAW, Ustadz Muhadar menyampaikan bahwa ketika Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Kondisi tersebut memberikan peluang besar bagi umat Islam untuk meningkatkan amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Orang yang sebelumnya ahli neraka, dengan tobat dan rintihan minta ampun di bulan Ramadhan, Allah bebaskan dia dan dimasukkan ke dalam syurga,” jelasnya.

Menurutnya, setiap malam di bulan Ramadhan menjadi momentum pembebasan bagi hamba-hamba Allah yang bersungguh-sungguh bertaubat.

Ramadhan dan Pembentukan Etos Kerja

Selain meningkatkan kualitas spiritual, Ustadz Muhadar juga menekankan bahwa Ramadhan mengajarkan kedisiplinan, kejujuran, dan semangat bekerja. Ia menilai nilai-nilai yang ditanamkan selama Ramadhan dapat membentuk karakter profesional dalam kehidupan sehari-hari.

“Ramadhan mendidik kita jujur. Modal jujur adalah harga mahal yang akan menghasilkan pekerjaan maksimal dan profesional,” tegasnya.

Mengejar Lailatul Qadar dan Menjaga Keistiqamahan

Sebagai penutup, Ustadz Muhadar mengajak untuk bersungguh-sungguh mengejar malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, salah satunya dengan melaksanakan iktikaf di masjid.

Ia menjelaskan bahwa tanda seseorang memperoleh keberkahan Lailatul Qadar dapat dilihat dari perubahan sikap setelah Ramadhan, seperti meningkatnya ketakwaan, konsistensi beribadah, dan semangat berbagi kepada sesama.

Untuk mengisi bulan Ramadhan dengan ibadah yang berkualitas, penuh keikhlasan, serta membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....