Kesaksian Harry Kane Digempur Serangan Bergelombang saat Inggris Takluk 1-2
- 16 Jul 2026 17:28 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Juara bertahan Argentina bangkit dari ambang kekalahan untuk mengalahkan Inggris dan melaju ke final Piala Dunia FIFA 2026 melawan Spanyol yang akan digelar pada Minggu, 19 Juli atau Senin, 20 Juli 2026, Pukul 02.00 dinihari WIB.
Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez, berkat dua assist dari Lionel Messi, mencetak gol-gol penentu kemenangan pada akhir pertandingan dalam sebuah comeback dramatis di Atlanta saat Inggris sudah di ambang mencapai final Piala Dunia pertama mereka dalam 60 tahun setelah gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Sebaliknya, pasukan Lionel Scaloni kini bersiap tampil di final Piala Dunia ketujuh mereka dan hanya berjarak satu langkah untuk mempertahankan gelar juara dunia.
Duel berjalan hati-hati dengan persaingan yang ketat, dan baru pada menit ke-33 salah satu tim mampu melepaskan percobaan ke gawang. Momen itu terjadi ketika sundulan John Stones dari situasi tendangan bebas Declan Rice di tiang jauh masih melebar. Di sisi lain, Enzo Fernandez melepaskan tembakan keras yang melambung di atas mistar.
Kedua tim harus berjuang keras untuk bisa melangkah sejauh ini. Gol pembuka justru lahir di ujung lapangan yang lain ketika Morgan Rogers, salah satu dari tiga pemain yang kembali masuk ke susunan pemain inti Inggris, mengirim umpan silang mendatar yang luar biasa dari sisi kanan. Gordon, yang datang di tiang jauh, berhasil mendahului Nahuel Molina dan mengarahkan penyelesaian akhir yang terukur ke pojok gawang Emiliano Martinez.
Namun, ancaman terus berdatangan seiring Inggris semakin bertahan ke dalam dan tekanan Argentina terus meningkat. Pada akhirnya, tekanan Argentina membuahkan hasil. Berawal dari skema sepak pojok pendek, Messi mengirim bola kepada Fernandez yang kemudian melepaskan tembakan spektakuler dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras melewati Pickford ke sisi kanannya.
Kemudian pada masa injury time, tembakan Mac Allister lebih dulu membentur tiang gawang. Namun, Messi kembali menjaga serangan tetap hidup dengan mengirim umpan silang kaki kanan yang disambut Martinez menjadi gol di tiang jauh.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni mengatakan, skuad Albicelesti yang dipimpinnya saat ini tak pernah berhenti membuatnya terkejut.
"Tidak ada kata-kata, benar-benar tidak ada kata-kata. Ini adalah kebahagiaan bagi negara kami, bagi rakyat kami. Beberapa hari lalu saya mengatakan bahwa kelompok ini tidak pernah berhenti membuat saya terkejut. Dan sejujurnya, kami akan berusaha untuk menang, kami akan memberikan segalanya di lapangan. Namun setelah pertandingan seperti ini, sangat sulit membuat orang memahami apa yang telah ditunjukkan para pemain ini. Sungguh luar biasa. Kami memang istimewa, sungguh. Ini bukan kesombongan, melainkan datang dari hati. Kami memang istimewa. Orang-orang yang hadir hari ini mengantar kami meraih kemenangan, dan saya sangat berterima kasih,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari FIFA.
Sementara dari Kubu Inggris menilai bahwa tidak ada perubahan formasi permainan setelah unggul terlebih dahulu Argentina. The Three Lions kehilangan momentum dan kesulitan untuk menguasai bola.
"Tentu saja kami ingin mencetak gol kedua, tetapi saya tidak merasa pergantian pemain yang lebih ofensif akan membantu. Kami tetap bermain dengan formasi 4-4-2, tetapi kami menjadi pasif, semakin lama semakin pasif. Kami tidak bisa merebut bola, kami tidak bisa menguasai bola sehingga menurut saya ini bukan masalah struktur permainan, kami tidak mengubah apa pun. Namun, jalannya pertandingan berubah sepenuhnya." Thomas Tuchel, Pelatih Inggris, kepada BBC.
Senada dengan Tuchel, Kapten timnas Inggris, Harry Kane mengungkapkan, setelah gol Inggris, timnya tidak lagi mampu mengimbangi Argentina satu lawan satu, dan serangan datang secara bergelombang.
"Pada babak pertama dan awal babak kedua, kami menekan mereka dengan baik. Kami memberi mereka tekanan besar di area pertahanan mereka sendiri. Itu membuat kami mampu merebut bola dan mengendalikan pertandingan. Setelah gol [Inggris], entah karena mereka menambah jumlah pemain untuk menyerang atau kami tidak lagi mampu mengimbangi mereka satu lawan satu, serangan Argentina terus datang bergelombang. Para pemain berusaha mati-matian melakukan blok, tetapi pada akhirnya itu tidak cukup. Kami memiliki banyak momen bagus di turnamen ini. Banyak pertandingan yang bagus, kembali mencapai semifinal. Kami selalu berbicara tentang sudah berada di ambang. Kami sudah sangat dekat, kami hanya perlu menemukan kepingan yang masih hilang pada fase akhir turnamen," demikian Harry Kane, kapten Inggris.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....