Piala Dunia 2026 Diproyeksikan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Global

  • 30 Jun 2026 21:42 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Penyelenggaraan 2026 FIFA World Cup tidak hanya menjadi ajang sepak bola terbesar di dunia, tetapi juga diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi digital, pariwisata, dan sektor kreatif. Sejumlah penelitian dan analisis ekonomi menunjukkan turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu akan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Berdasarkan kajian resmi FIFA, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 diperkirakan menghasilkan sekitar CAD 3,8 miliar atau setara lebih dari Rp45 triliun dalam output ekonomi di Kanada saja. Turnamen ini juga diproyeksikan menciptakan ribuan lapangan kerja baru melalui peningkatan aktivitas pariwisata, perdagangan, transportasi, dan industri jasa.

Selain dampak langsung terhadap sektor pariwisata, ajang olahraga terbesar dunia tersebut diperkirakan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital. Laporan Deloitte mengenai peran platform digital pada Piala Dunia 2026 menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap layanan akomodasi daring, pembayaran digital, pemasaran berbasis media sosial, serta transaksi e-commerce yang didorong oleh jutaan wisatawan dan tingginya interaksi penggemar sepak bola selama turnamen berlangsung.

Analis pasar juga memperkirakan dampak ekonomi Piala Dunia 2026 tidak hanya dirasakan oleh negara tuan rumah. Laporan yang dikutip Reuters menyebutkan turnamen dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta berpotensi memberikan kontribusi hingga sekitar 41 miliar dolar AS terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global. Lebih dari 13 juta pengunjung diperkirakan menghadiri berbagai pertandingan, sehingga mendorong peningkatan pendapatan sektor perhotelan, maskapai penerbangan, restoran, ritel, hingga platform digital dan media penyiaran.

Peningkatan aktivitas ekonomi juga diperkirakan terjadi pada industri kreatif. Permintaan terhadap konten digital, siaran langsung, merchandise resmi, kampanye pemasaran, hingga kolaborasi dengan kreator konten diproyeksikan meningkat selama penyelenggaraan turnamen. Fenomena ini dinilai membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan rintisan (startup), serta kreator digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Besarnya antusiasme publik terhadap Piala Dunia 2026 mulai terlihat sejak fase awal penyelenggaraan. Data FIFA menunjukkan tingkat keterisian stadion telah melampaui 99 persen, bahkan turnamen ini mencatat rekor jumlah penonton terbanyak dalam sejarah Piala Dunia. Tingginya minat masyarakat tersebut menjadi indikator kuat besarnya potensi perputaran ekonomi yang dihasilkan oleh ajang olahraga berskala global ini.

Hasil berbagai penelitian tersebut menunjukkan bahwa Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi panggung kompetisi sepak bola dunia, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi digital dan industri kreatif. Bagi pelaku usaha, penyelenggaraan turnamen ini dinilai menjadi momentum untuk memanfaatkan peluang melalui inovasi digital, pemasaran daring, serta pengembangan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan pasar global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....