Piala Dunia 2026 di Tiga Negara, Atmosfer Sepak Bola Disebut Akan Lebih Meriah
- 21 Mei 2026 20:47 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Gaung pelaksanaan Piala Dunia 2026 mulai terasa di tengah masyarakat. Turnamen sepak bola terbesar di dunia yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 itu menghadirkan sejumlah perubahan besar yang dinilai membuat kompetisi semakin menantang sekaligus penuh emosi bagi para pecinta sepak bola.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris KONI Aceh Utara sekaligus pecinta sepak bola, Tgk. Nazar, dalam program Deep Talk di Pro1 RRI Lhokseumawe. Rabu, 20 Mei 2026. Menurutnya, Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi yang berbeda dibandingkan turnamen sebelumnya.
Salah satu hal yang paling menarik perhatian, kata Tgk. Nazar, adalah format penyelenggaraan yang untuk pertama kalinya melibatkan tiga negara sebagai tuan rumah bersama, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
“Ini format baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Biasanya hanya satu atau dua negara. Kali ini tiga negara terlibat langsung, pembukaan di Meksiko dan final di Amerika Serikat,” ujarnya.
Selain menjadi tuan rumah bersama, FIFA juga menambah jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim yang terbagi ke dalam 12 grup. Menurut Tgk. Nazar, perubahan tersebut membawa dampak positif sekaligus tantangan baru bagi dunia sepak bola modern.
Ia menilai penambahan kuota memberi peluang lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk tampil di putaran final Piala Dunia, termasuk wakil Asia seperti Uzbekistan dan Yordania yang kini mulai mampu bersaing di level internasional.
Namun di sisi lain, durasi turnamen yang lebih panjang dengan jadwal pertandingan yang padat dinilai berpotensi menguras kondisi fisik pemain.
“Sisi negatifnya tentu kelelahan pemain karena jadwal lebih padat. Tapi sisi positifnya, tim-tim kecil sekarang punya kesempatan tampil di panggung dunia,” katanya.
Tgk. Nazar juga menyinggung harapan terhadap Timnas Indonesia yang belum berhasil tampil pada edisi kali ini. Ia berharap pembinaan mental dan konsistensi permainan terus diperkuat agar peluang tampil di Piala Dunia berikutnya semakin terbuka.
Saat membahas momen Piala Dunia yang paling berkesan, Tgk. Nazar mengaku masih mengingat dramatisnya final Piala Dunia 2022 antara Prancis dan Argentina di Qatar. Menurutnya, laga tersebut menjadi salah satu pertandingan terbaik yang penuh ketegangan dan emosi.
“Pertandingan paling sulit dilupakan adalah final 2022. Saling balas gol antara dua predator, Kylian Mbappé dan Lionel Messi. Di sana emosi penonton benar-benar terkuras, spot jantung, bahkan sampai lari-lari di jalanan kampung saat menonton bersama di warung kopi (warkop)," kenangnya sambil tertawa.
Bagi dirinya, kemeriahan Piala Dunia bukan hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga suasana kebersamaan saat nonton bareng di warung kopi atau kafe yang membuat atmosfer sepak bola terasa lebih hidup.
“Kalau nonton di warkop suasananya lebih seru karena semua orang ikut berdiskusi dan jadi komentator dadakan,” katanya sambil tersenyum.
Di akhir dialog, Tgk. Nazar tidak lupa mengajak generasi muda menjadikan euforia Piala Dunia sebagai hiburan positif sekaligus motivasi untuk aktif berolahraga dan menjauhi narkoba. Ia juga mengingatkan agar perbedaan dukungan terhadap tim favorit tidak memicu tindakan negatif seperti perjudian maupun bentrokan antarsuporter.
“Sepak bola adalah bahasa universal yang bisa menyatukan banyak perbedaan. Jadikan Piala Dunia sebagai hiburan sehat, bukan ajang taruhan atau permusuhan,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....