Kenapa Mesin Diesel Lebih Bergetar Dibanding Mobil Bensin?
- 31 Mei 2026 19:21 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Mesin diesel kerap dikenal memiliki karakter getaran yang lebih terasa dibanding mesin bensin. Kondisi ini masih umum ditemukan pada sejumlah kendaraan, terutama model diesel generasi lama maupun mesin diesel komersial.
Secara teknis, perbedaan utama berasal dari proses pembakaran. Mesin diesel bekerja dengan sistem compression ignition, yaitu pembakaran terjadi akibat tekanan dan suhu tinggi di dalam ruang bakar tanpa bantuan busi. Sementara mesin bensin menggunakan spark ignition atau pengapian busi yang menghasilkan pembakaran lebih halus dan terkontrol.
Dalam studi yang dipublikasikan oleh SAE International berjudul “Diesel Engine NVH (Noise, Vibration, Harshness) Characteristics”, dijelaskan bahwa tekanan pembakaran pada mesin diesel cenderung lebih tinggi dan terjadi secara lebih cepat dibanding mesin bensin, sehingga menghasilkan gaya impuls yang lebih besar pada komponen mesin dan memicu getaran lebih kuat.
Penelitian lain dalam Journal of Automobile Engineering juga menyebutkan bahwa karakteristik combustion pressure rise rate pada mesin diesel menjadi salah satu faktor utama meningkatnya getaran dan kebisingan jika tidak diimbangi dengan sistem peredam getaran yang baik.
Pengamat teknik otomotif menjelaskan bahwa rasio kompresi mesin diesel yang lebih tinggi—umumnya berkisar 14:1 hingga 22:1—berkontribusi terhadap tenaga ledakan yang lebih besar di ruang bakar. Kondisi ini berbeda dengan mesin bensin yang memiliki rasio kompresi lebih rendah sehingga menghasilkan pembakaran yang lebih halus.
Selain itu, bobot komponen internal mesin diesel yang lebih kuat dan berat untuk menahan tekanan tinggi juga turut memengaruhi karakter getaran. Meski demikian, teknologi modern seperti common rail injection dan sistem peredam NVH (Noise, Vibration, Harshness) kini telah banyak mengurangi tingkat getaran pada mesin diesel generasi baru.
Pada kendaraan modern, produsen otomotif juga menggunakan teknologi balancing shaft, mounting mesin hidrolik, hingga kontrol elektronik injeksi bahan bakar untuk menekan getaran agar lebih nyaman dikendarai.
Meski demikian, karakter getaran mesin diesel masih dianggap sebagai “ciri khas” yang membedakannya dari mesin bensin, terutama pada kendaraan niaga dan SUV berbasis diesel.
Dengan perkembangan teknologi otomotif, perbedaan kenyamanan antara diesel dan bensin kini semakin mengecil, meski secara karakter dasar, mesin diesel tetap memiliki kecenderungan getaran yang lebih tinggi akibat prinsip kerja dasarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....