PWI Aceh Dukung Udin Jadi Pahlawan Nasional
- 15 Agt 2026 21:25 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan PWI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengusulkan wartawan Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin sebagai Pahlawan Nasional.
Udin, wartawan harian Bernas Yogyakarta sekaligus anggota PWI dengan nomor anggota 13.00.3794.92.M.VI, menjadi korban penganiayaan pada 13 Agustus 1996. Setelah sempat menjalani perawatan di RS Bethesda Yogyakarta, Udin akhirnya meninggal dunia pada 16 Agustus 1996.
Tiga dekade berlalu, namun kasus yang menimpa Udin hingga kini belum terungkap secara tuntas. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius PWI Aceh yang menilai pengungkapan kebenaran atas kematian Udin merupakan bagian penting dari perjuangan pers dalam menjaga kebebasan dan keberanian jurnalistik.
Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, menegaskan bahwa kebenaran dalam dunia jurnalistik tidak mengenal batas waktu. Menurutnya, kasus Udin harus terus diperjuangkan agar fakta yang sebenarnya dapat diketahui publik.
“Dalam perspektif jurnalistik, mengungkap kebenaran tidak mengenal kedaluwarsa. Kebenaran itu harus terungkap, sepahit apa pun,” kata Nasir, mengamini pernyataan Ketua PWI DIY, Hudono.
Sementara itu, Ketua Tim Ad Hoc Pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin sebagai Pahlawan Nasional, Ki Bambang Widodo, menjelaskan bahwa perjuangan mengusulkan Udin sebagai Pahlawan Nasional merupakan keputusan Konferensi Provinsi PWI DIY Tahun 2025.
Proses pengusulan tersebut akan melalui sejumlah tahapan serta melibatkan berbagai pihak, termasuk dukungan dari pemerintah daerah. PWI Aceh berharap seluruh proses dapat berjalan lancar hingga akhirnya negara memberikan penghargaan tertinggi kepada sosok wartawan yang gugur dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.
“Pastinya PWI Aceh sangat mendukung upaya yang dilakukan PWI DIY. Semoga usulan menjadikan Udin sebagai Pahlawan Nasional menjadi kenyataan. Ini bentuk penghargaan negara terhadap wartawan,” ujar Nasir.
Dukungan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan pers tidak hanya tentang menyampaikan berita, tetapi juga keberanian mempertahankan kebenaran. Kasus Udin menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan pers Indonesia yang hingga kini masih menuntut kejelasan dan keadilan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....