Lelang Serentak Nasional, Tiga Barang Kejari Lhokseumawe Laku

  • 13 Agt 2026 13:53 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Kejaksaan Negeri Lhokseumawe mengikuti pelaksanaan lelang serentak barang rampasan dan barang bukti yang digelar secara nasional melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), Kamis 13 Agustus 2026.

Lelang serentak tersebut menjadi salah satu terobosan Pemulihan Badan Aset Kejaksaan untuk mempercepat proses pemulihan aset sekaligus memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara. Pelaksanaan secara serentak di seluruh Indonesia tersebut juga ditargetkan mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Khusus di Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, terdapat enam barang yang ditawarkan dalam lelang. Barang tersebut terdiri dari dua unit ekskavator, dua unit tronton, satu unit loader dan satu unit mobil pick-up merek Kia.

“Pada pukul 09.00 WIB tadi lelang sudah ditutup. Dari enam barang yang dilelang, yang laku adalah satu ekskavator, satu loader dan satu mobil Kia,” kata Muhammad Syafrizal Amri, S.H., M.H., Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Lhokseumawe.

Ia mengatakan, kegiatan lelang barang bukti dan barang rampasan akan terus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Barang yang telah memenuhi persyaratan untuk dilelang akan segera diproses melalui KPKNL.

Menurutnya, barang yang disita dalam perkara tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus di lingkungan kejaksaan harus segera ditindaklanjuti melalui mekanisme yang telah ditetapkan, sehingga tidak hanya tersimpan tetapi dapat memberikan manfaat bagi negara.

Syafrizal menambahkan, pelaksanaan lelang tersebut merupakan bagian dari upaya optimalisasi pemulihan aset. Kejaksaan akan terus mendorong agar barang bukti yang telah memenuhi persyaratan dapat segera dilelang dan hasilnya memberikan kontribusi terhadap keuangan negara.

Secara nasional, lelang serentak yang digelar Badan Pemulihan Aset tersebut menargetkan nilai transaksi sekitar Rp10 miliar. Pelaksanaan serentak ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemulihan aset sekaligus meningkatkan penerimaan negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....