Sekum HMI Pemuda Harus Jadi Pejuang, Bukan Sekedar Penikmat Kemerdekaan

  • 12 Agt 2026 12:42 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Kemerdekaan Indonesia dinilai tidak hanya berarti bebas dari penjajahan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan Muhammad Umar, S.M., CTT, Sekretaris Umum HMI Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara, saat berdialog bersama RRI, Rabu 12 Agustus 2026,

Muhammad Umar mengatakan kebebasan merupakan salah satu makna penting dari kemerdekaan. Namun, kebebasan tersebut harus diiringi dengan tanggung jawab, termasuk ketika generasi muda menyampaikan pendapat di ruang publik.

Menurutnya, kebebasan berpendapat harus didasarkan pada data dan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan. Kritik terhadap pemerintah juga menjadi bagian dari kontribusi anak muda dalam mengawal kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat.

“Kami mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat apabila kami rasakan tidak adil. Dengan kritikan itu, kami juga memberikan sesuatu untuk negara,” ujar Muhammad Umar.

Ia menegaskan, generasi muda tidak seharusnya hanya menjadi penerima atau penikmat hasil kemerdekaan. Anak muda juga memiliki tanggung jawab untuk terus memperjuangkan dan mempertahankan nilai-nilai kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, bentuk perjuangan saat ini berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan dahulu. Jika para pahlawan sebelumnya berjuang menggunakan kekuatan fisik dan senjata, generasi muda saat ini dapat berjuang melalui gagasan, politik, ekonomi, pendidikan, serta berbagai ruang demokrasi.

Muhammad Umar menilai generasi muda juga harus mampu mempertahankan idealisme dalam menjalankan perannya sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Nilai-nilai Pancasila dan persatuan bangsa harus tetap menjadi landasan dalam menyampaikan aspirasi maupun melakukan kritik.

Ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya mempertanyakan apa yang telah diberikan negara kepada mereka, tetapi juga mulai bertanya mengenai kontribusi yang dapat diberikan kepada bangsa dan negara.

“Jangan bertanya apa yang negara telah berikan kepada kalian, tetapi bertanyalah apa yang telah kalian berikan kepada negara,” pungkas Muhammad Umar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....