BNPB Catat Korban Meninggal Banjir Capai 1.167 Jiwa

  • 04 Jan 2026 23:15 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Banda Aceh : Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa hingga saat ini operasi pencarian dan pertolongan (SAR) oleh tim gabungan masih terus dilakukan, terutama di wilayah yang masih menetapkan atau memperpanjang status tanggap darurat bencana.

“Operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan, khususnya di provinsi dan kabupaten/kota yang masih memperpanjang status tanggap darurat. Operasi SAR ini merupakan salah satu aspek kunci dalam fase tanggap darurat bencana,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers penanganan bencana, Sabtu (3/1/2025).

Berdasarkan rekapitulasi terbaru BNPB, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan dampak paling besar akibat bencana banjir. Di provinsi tersebut tercatat sebanyak 540 orang meninggal dunia, 31 orang masih dinyatakan hilang, serta 233.003 jiwa mengungsi di berbagai titik pengungsian resmi maupun pengungsian mandiri.

Selain Aceh, dampak signifikan juga terjadi di Provinsi Sumatra Utara. BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia di wilayah ini mencapai 365 orang, sementara 60 orang masih dalam proses pencarian, dan 13.926 jiwa terpaksa mengungsi akibat rusaknya permukiman dan infrastruktur pendukung.

Sementara itu, di Provinsi Sumatra Barat, BNPB melaporkan sebanyak 262 orang meninggal dunia, 74 orang masih dinyatakan hilang, serta 10.851 jiwa mengungsi akibat banjir dan dampak susulan seperti longsor di sejumlah kabupaten dan kota.

Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat adanya penurunan signifikan jumlah pengungsi dalam dua hari terakhir. Berdasarkan hasil rekapitulasi ulang di seluruh titik pengungsian sejak awal tahun 2026, jumlah pengungsi saat ini tercatat sebanyak 257.780 jiwa, baik yang berada di pengungsian resmi maupun yang mengungsi secara mandiri di rumah kerabat dan tetangga.

Abdul Muhari menjelaskan, penurunan jumlah pengungsi dipengaruhi oleh progres pembersihan kawasan terdampak yang dilakukan secara intensif oleh pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, serta berbagai unsur masyarakat. Pembersihan difokuskan pada kawasan permukiman dan rumah warga dengan kategori rusak ringan hingga sedang, sehingga sebagian warga sudah dapat kembali menempati rumah masing-masing.

“Warga yang saat ini masih bertahan di pengungsian umumnya merupakan mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau hanyut sepenuhnya, sehingga belum memungkinkan untuk kembali,” jelasnya.

BNPB memastikan proses pendataan korban jiwa, warga hilang, serta pengungsi akan terus diperbarui secara berkala. Data tersebut menjadi dasar dalam penyusunan langkah penanganan lanjutan, termasuk perencanaan hunian sementara, rehabilitasi rumah warga, pemulihan infrastruktur dasar, serta distribusi bantuan logistik yang lebih tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....