Atasi Isu Beras Oplosan, Pemerintah diharap Berdayakan Petani

  • 21 Jul 2025 20:33 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN Lhokseumawe : Disaat masyarakat di resah kan Isu Beras Oplosan, Pemerintah dan pihak terkait diharapkan turun tangan untuk memperkuat pengawasan dan memberikan kepastian, Sehingga Isu beras oplosan dan kenaikan harga beras yang belakangan ini ramai diperbincangkan di masyarakat tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.

Demikian Komentar salah seorang warga bernama Meutia ketika diminta tanggapan terkait isu beras Oplosan meresahkan.

,”Komentar Saya terkait beras Oplosan,Untuk menghindari peredaran Beras oplosan ini peran pemerintah sangat diharapkan dapat mengawasi skala bentuk dan merek beras yang beredar di pasar lokal Karena sekarang juga di pasar pun terkadang yang isinya berat isi tidak murni lagi, “ Kata Mutia

Selain mendesak pemerintah turun tangan menindak lanjuti isu beras oplosan di pasar, pemerintah juga diharapkan punya alternatif untuk memperhatikan keperluan para petani, salah satunya adalah perbaikan irigasi di Aceh Utara dikarenakan sudah tutup 10 tahun para petani tidak lancar dalam hal menggarap areal sawah.

,”Kita di Aceh memiliki latar belakang pertanian yang menjadi salah satu mata pencaharian utama ada baiknya untuk menghindarinya terjadinya kerugian baik materi maupun kesehatan yang diakibatkan oleh adanya adanya beras Oplosan atau beras campuran.

Isu beras oplosan yang belakangan ini ramai diperbincangkan di masyarakat telah menimbulkan keresahan, baik bagi konsumen maupun pedagang. Ungkapan senada juga diakui Sofyan salah seorang pedagang beras di pasar impress, Lhokseumawe, bahwa sebaiknya Pemerintah bisa turun tangan, menindak lanjuti pengawasan penjualan beras di pasar agar keresahan masyarakat dapat diatasi dengan cepat.

Pedagang siap mendukung setiap upaya pemerintah menjaga harga pasar tetap stabil, adil, dan dipercaya oleh konsumen. Jika memang ada oknum yang melakukan pengoplosan, kami berharap aparat dan pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas. Jangan sampai tindakan segelintir pihak merusak kepercayaan konsumen terhadap semua pedagang ungkapnya.

Sebagai pedagang Sofyan mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari isu-isu seperti ini. Kepercayaan konsumen adalah modal utama kami dalam berdagang.

Jika masyarakat terlanjur percaya pada isu yang tidak benar, akan sulit bagi pedagang yang jujur untuk menjaga usahanya tetap berjalan. Apalagi dalam kondisi pasokan beras yang sedang terbatas, kepanikan publik hanya akan memperparah masalah distribusi. Untuk itu, kami mendesak distributor dan pihak terkait agar memastikan kualitas beras yang didistribusikan ke pasar benar-benar terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....